balibercerita.com –
Gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC) tak hanya memacu aktivitas di lintasan. Pergerakan wisatawan dan kendaraan yang diperkirakan meningkat membuat kebutuhan energi di Nusa Tenggara Barat (NTB) turut menjadi perhatian.
Mengantisipasi peningkatan konsumsi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiapkan lima armada kapal dengan total kapasitas sekitar 34.400 kiloliter (KL) untuk mendukung kelancaran pasokan energi selama periode gelaran MotoGP Mandalika.
Di jalur wisata dan akses menuju sirkuit, pasokan BBM juga disiapkan meningkat sekitar 20–30 persen. Penambahan dilakukan secara dinamis dengan melihat tingkat konsumsi harian dan perkembangan kebutuhan di masing-masing SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, kesiapan pasokan dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat, wisatawan, maupun pelaku usaha selama ajang internasional tersebut.
“Pertamina terus melakukan monitoring stok, optimalisasi distribusi, dan pemantauan kondisi penyaluran di lapangan. Kesiapan ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama gelaran Mandalika,” ujar Ahad, Sabtu (3/9).
Sebanyak tujuh SPBU di jalur wisata dan akses menuju kawasan Mandalika menjadi titik perhatian Pertamina. Tiga SPBU berada di Lombok Tengah, dua di Lombok Barat, dan dua lainnya di Kota Mataram.
Dari sisi suplai, lima armada kapal yang disiapkan terdiri atas kapal tipe small tanker II dengan kapasitas masing-masing 3.500–6.499 DWT. Kesiapan armada tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi energi di tengah potensi peningkatan permintaan.
“Dari sisi suplai dan distribusi, kami juga memastikan kesiapan armada dan pola suplai agar kebutuhan energi di wilayah NTB dapat terlayani dengan baik. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan sehingga pola distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Pertamina juga memantau pergerakan BBM sejak dari titik suplai hingga lembaga penyalur. Distribusi dapat disesuaikan apabila terjadi peningkatan kebutuhan di wilayah tertentu.
Meningkatnya mobilitas selama MotoGP berpotensi membuat aktivitas pengisian BBM meningkat di sejumlah titik. Pengelola SPBU didorong mengatur pelayanan dan antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu akses maupun arus lalu lintas.
“Apabila terdapat peningkatan antrean di SPBU, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui kondisi serta penyebabnya. Pengelola SPBU juga kami dorong untuk mengatur pelayanan dan antrean dengan baik, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan nyaman dan tertib,” katanya.
Kesiapan juga mencakup LPG. Pertamina memastikan penyaluran melalui jaringan agen dan pangkalan resmi tetap berjalan sesuai kebutuhan. Monitoring dilakukan untuk mengantisipasi perubahan konsumsi selama meningkatnya aktivitas masyarakat dan sektor usaha.
Pihaknya mengimbau masyarakat melakukan pengisian BBM dan pembelian LPG secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Kami berkomitmen menjaga keandalan layanan energi selama gelaran MotoGP Mandalika. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan evaluasi secara berkala agar kebutuhan energi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha dapat terpenuhi dengan baik,” tutup Ahad. (BC5)

















