balibercerita.com –
Brand alas kaki global asal Jerman, Birkenstock resmi membuka destinasi retail dan komunitas pertamanya di Indonesia bertajuk Birkenstock Umah Ubud yang berlokasi di jantung Ubud, Bali. Mengusung warisan craftsmanship lebih dari 250 tahun (sejak 1774), ruang ini dirancang melampaui fungsi toko retail biasa yaitu menjadi wadah kolaborasi, pertukaran budaya, dan aktivitas komunitas yang menyatu dengan filosofi natural movement serta semangat masyarakat Bali.
Seremoni pembukaan diwarnai prosesi adat Bali yang kental. Para tamu disambut sepasang Gapura Janur bergaya kontemporer sebagai penanda transisi simbolis menuju gaya hidup yang penuh kesadaran (conscious living). Acara dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Janur Stawa sebagai bentuk rasa syukur dan harmoni, serta persembahyangan Canang Sari yang diwakili oleh jajaran pimpinan PT MAP Active Adiperkasa dan Birkenstock.
Dalam acara peresmian tersebut, Presiden Direktur PT MAP Active Adiperkasa, Nicholas Jones bersama Chief Sales Officer Birkenstock, Klaus Bauman menegaskan pentingnya kolaborasi komunitas dalam ekspansi brand ini di Indonesia. Keduanya menegaskan keberadaan ruang ini merupakan wujud dedikasi terhadap nilai-nilai autentik.
“Birkenstock Umah Ubud hadir sebagai komitmen berkelanjutan kami untuk menghadirkan kualitas dan craftsmanship yang tak lekang oleh waktu, sekaligus merayakan keselarasan antara warisan global dan kekayaan identitas budaya Bali,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Guna menghadirkan pengalaman imersif bagi pengunjung, Birkenstock Umah Ubud menyajikan berbagai instalasi interaktif. Diantaranya instalasi foto Beyond Footprints, di mana pengunjung melangkah di atas jalur pasir alami meninggalkan jejak footbed ikonik Birkenstock sebagai bagian dari perjalanan personal mereka di ruang ini. Diabadikan dari sudut pandang atas, setiap potret mengubah langkah sederhana menjadi kenangan yang khas dari Birkenstock Umah Ubud.
Pengunjung juga disuguhkan Journey Exchange Wall yang mengabadikan refleksi perjalanan hidup pengunjung melalui rangkaian prompt bertema perjalanan hidup. Ditampilkan secara kolektif sepanjang malam, kontribusi para tamu membentuk sebuah karya seni hidup yang merayakan koneksi, dan eksplorasi.
Pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya tenun Bali bersama artisan lokal, mempersonalisasi produk di Beyond Custom Studio melalui sesi Birken Doodling, serta menikmati sajian kuliner khas lokal. Sentuhan kreativitas lokal semakin kuat melalui kolaborasi eksklusif dengan seniman dan ilustrator asal Bali, Ode Baskara.
Karya visual khas Ode yang terinspirasi dari alam dan warisan Bali menghiasi berbagai titik ruang, mulai dari instalasi cermin, pengalaman doodling, hingga cenderamata tote bag eksklusif. Melalui kolaborasi ini, Birkenstock merayakan kreativitas lokal sekaligus memperkuat komitmennya dalam mendukung ekspresi budaya kontemporer dan craftsmanship.
Pembukaan Umah Ubud sekaligus menegaskan posisi Birkenstock sebagai super brand global yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat, gender, dan usia. Berbasis pada studi biomekanika kaki manusia dan konsep Naturgewolltes Gehen (prinsip berjalan alami), Birkenstock terus berfokus pada kesehatan kaki melalui ekosistem produk yang mencakup alas kaki, hingga kosmetik alami.
Dengan lebih dari 6.200 karyawan di seluruh dunia, Birkenstock menjaga standar mutu tinggi melalui sistem produksi terintegrasi secara vertikal di Jerman. Lebih dari 95% produk dirakit di Jerman, serta lebih dari 90% bahan baku bersumber dari Eropa yang diproses sesuai standar lingkungan dan sosial tertinggi, didukung fasilitas laboratorium ilmiah mutakhir di Linz am Rhein.
Hadirnya Umah Ubud di bawah naungan Birkenstock Group B.V. & Co. KG menjadi tonggak penting ekspansi global perusahaan setelah sukses di berbagai negara seperti AS, Jepang, Inggris, hingga Singapura. (BC18)

















