balibercerita.com –
Bali tak hanya menjadi tempat berkumpulnya ribuan pengusaha dan profesional Kristen dari berbagai negara. Buktinya, Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 juga dimanfaatkan sebagai ruang membuka jejaring bisnis dan memperkenalkan produk Indonesia ke pasar internasional.
Sekitar 1.400-1.500 delegasi dari 48 negara akan hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), 13-15 Agustus 2026. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum peringatan 50 tahun FGBMFI dengan mengusung tema “One Fire, One Vision for Acceleration.”
Ketua Acara World Convention FGBMFI Bali 2026, Agus Surjanto mengatakan, kehadiran para pengusaha dari berbagai negara menjadi peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk membangun koneksi bisnis secara langsung. Sejumlah booth juga disiapkan untuk menampilkan berbagai produk, mulai makanan, minuman, parfum, minyak wangi hingga pakaian.
“Dari Kongo saja datang sekitar 140 pengusaha. Ini menjadi momentum bagi pebisnis Kristen Indonesia untuk mengambil peluang bisnis, membangun jaringan dan melihat produk-produk apa yang bisa dikembangkan untuk pasar ekspor,” ujar Agus.
Menurutnya, pertemuan tersebut tidak berhenti pada pertukaran jaringan. Interaksi antarpengusaha diharapkan melahirkan kerja sama konkret yang dapat membuka akses pasar bagi produk Indonesia ke berbagai negara.
Kehadiran delegasi internasional juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Bali dan Indonesia secara lebih luas. Para peserta yang datang bersama keluarga diharapkan turut melakukan aktivitas wisata selama berada di Pulau Dewata.
National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto mengatakan, dipilihnya Bali sebagai lokasi World Convention juga berkaitan erat dengan posisi Bali sebagai salah satu destinasi yang telah dikenal masyarakat internasional. “Bali memiliki daya tarik dunia. Kalau kegiatan seperti ini diselenggarakan di Bali, orang lebih tertarik untuk datang. Sarana lengkap, masyarakatnya ramah, dan ini menjadi kebanggaan bagi penyelenggara,” kata Dalie.
Menurutnya, jumlah 48 negara yang hadir tahun ini menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan FGBMFI World Convention. Bali sebelumnya pernah menjadi tuan rumah pada 2012 dan kembali dipercaya menjadi tuan rumah pada 2026. “Ini merupakan jumlah peserta dari negara terbanyak selama world convention dilaksanakan. Tahun depan akan digelar di Panama dan penyelenggaraannya memang bergiliran di negara yang dipilih oleh presiden FGBMFI,” jelasnya.
Tak hanya berbicara bisnis, FGBMFI membawa konsep pengembangan anggota secara utuh. Organisasi ini mendorong para pengusaha dan profesional untuk menerapkan nilai iman, etika, integritas serta kepemimpinan dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
International President FGBMFI, Francis Owusu mengatakan, keberhasilan seorang pengusaha tidak semata-mata diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kontribusinya kepada masyarakat. “Kami mempersiapkan anggota kami untuk menjadi warga negara yang baik di negaranya masing-masing. Ketika para pebisnis memiliki moral yang lurus, keluarga mereka akan baik, bisnis mereka akan bagus, mereka memperhatikan karyawan dengan baik dan membayar pajak kepada negara untuk membantu pembangunan,” ujar Owusu.
Ia menegaskan, jejaring bisnis yang dibangun FGBMFI juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial. “Kami membantu orang-orang untuk mentransformasi bangsa. Kami bukan hanya menjalin jaringan antarpebisnis, tetapi juga menjangkau mereka yang miskin dan kurang beruntung,” katanya.
Senior Ambassador FGBMFI Indonesia, Jinhard Kouwagam menerangkan, FGBMFI Indonesia yang dikenal sebagai Perkumpulan Usahawan Injil Sepenuhnya Indonesia (PUISI) merupakan organisasi Kristen interdenominasi yang beranggotakan pengusaha dan profesional dari berbagai bidang. “FGBMFI Indonesia bukan organisasi gereja dan tidak berafiliasi dengan partai politik maupun denominasi gereja tertentu. Kami hadir untuk memperlengkapi anggota dalam pertumbuhan rohani, nilai-nilai etika, kehidupan keluarga, dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” terang Jinhard.
Semangat memberikan dampak juga diwujudkan melalui berbagai program sosial. FGBMFI menjalankan kegiatan charity di sejumlah daerah, termasuk pembangunan sumur di Nusa Tenggara Timur untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih serta pembangunan MCK di Kalimantan. Organisasi ini juga rutin menggelar donor darah yang bahkan pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Sementara itu, sejumlah tokoh dari kalangan rohaniwan dan profesional dijadwalkan mengisi rangkaian FGBMFI World Convention 2026. Di antaranya Romo Koko, Ps. Juan Mogi, Ps. Rubin Adi Abraham, Ps. Harliem Salim, Ps. Lito Samsriwi dan Ps. Timotius Arifin. Dari kalangan bisnis, hadir pula Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia, Anthony Putihrai dari Tamara Corporation, dan sejumlah profesional lainnya.
Dengan mempertemukan pengusaha dari 48 negara, FGBMFI World Convention di Bali diharapkan tidak sekadar menjadi pertemuan tahunan, tetapi menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kolaborasi bisnis baru, perluasan pasar produk Indonesia serta penguatan jejaring ekonomi global dari Pulau Dewata. (BC5)


















