Beranda Ekonomi BCA Digital Catat Pertumbuhan Bisnis, Blu 2.0 Perkuat Ekosistem Finansial Anak Muda

BCA Digital Catat Pertumbuhan Bisnis, Blu 2.0 Perkuat Ekosistem Finansial Anak Muda

0
BCA Digital
BCA Digital menggelar puncak bluPressAwards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi insan pers dalam memperluas literasi keuangan. (ist)

balibercerita.com –
Memasuki lima tahun perjalanan bisnisnya, PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mencatat pertumbuhan kinerja sekaligus memperkuat ekosistem blu melalui pengembangan blu 2.0. Mengusung kampanye #EksplorSemaumu, blu diarahkan tidak hanya sebagai layanan perbankan digital, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup finansial generasi muda.

Sepanjang semester I-2026, dana pihak ketiga (DPK) BCA Digital tumbuh 20% secara year-on-year (YoY). Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan net open customer (NOC) sebesar 25% YoY. Komposisi nasabah juga didominasi generasi muda. Sebanyak 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% Milenial, sehingga total nasabah digital natives mencapai 91%. Dari sisi akuisisi, jumlah nasabah baru Gen Z meningkat 30% YoY, sedangkan Milenial tumbuh 20% YoY.

Penggunaan blu dalam aktivitas sehari-hari turut meningkat. Hingga 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir tumbuh 186% menjadi Rp13,13 triliun. QRIS menjadi kontributor terbesar dengan porsi 36% dari total volume transaksi.

Sejumlah layanan mencatat pertumbuhan frekuensi transaksi yang signifikan. Transaksi QRIS meningkat 124% YoY, antara lain didukung penambahan QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap. Transaksi e-wallet tumbuh 71% YoY, bluPayment naik 56% YoY setelah menambah lebih dari 100 mitra, sementara layanan Bayar/Beli (Biller) meningkat 44% YoY seiring penambahan tiga kategori dan lebih dari 300 biller.

Pada layanan valuta asing, bluValas mencatat pertumbuhan transaksi yang lebih tinggi. Semester I-2026 mencatat kenaikan jumlah transaksi 435% YoY dengan volume transaksi meningkat 535% YoY. Pertumbuhan terutama berasal dari Gen Z yang mencapai 356% YoY dan Milenial 273% YoY. Sementara itu, frekuensi transaksi internasional meningkat 29% YoY, dengan volume naik 60% YoY.

Baca Juga:   Bali Creative Board Siap Perkuat Ekosistem Ekraf dan Digital di Bali

“Lima tahun pertama perjalanan blu adalah fase membangun fondasi, kepercayaan publik, serta skala bisnis yang teruji. BCA Digital mewarisi rekam jejak stabilitas dan trust dari Grup BCA, namun beroperasi dengan agility dan kelincahan perusahaan teknologi. Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami adalah deepening ecosystem, di mana kami memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” kata Aditya Wahyu Windarwo, Direktur Bisnis BCA Digital.

Melalui komitmen Global Payments Without Foreign Exchange Worries, nasabah dapat melakukan transaksi di berbagai negara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs untuk sejumlah mata uang populer, termasuk USD, EUR, GBP, SGD, JPY, AUD, CNY, dan HKD. Di sisi lain, pertumbuhan transaksi juga menunjukkan meningkatnya aktivitas pengelolaan keuangan oleh generasi muda. Pada semester I-2026, pengguna bluSaving meningkat 38% YoY, bluGether 47% YoY, bluBisnis 37% YoY, sedangkan jumlah pemodal pasar modal melalui bluRDN melonjak 225% YoY.

Blu 2.0 hadir dengan empat pilar
untuk menjawab kebutuhan tersebut. Blu mengembangkan blu 2.0 dengan kerangka solusi finansial 360 derajat melalui empat pilar SIAP (Simpanan, Investasi, Asuransi, dan Pinjaman).

Baca Juga:   PAD Dinilai Tak Cukup, Badung Kaji Obligasi untuk Pembiayaan Infrastruktur

Pada sisi simpanan, layanan yang tersedia mencakup bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, bluBisnis, serta bluAccount for Teens. Khusus bluAccount for Teens, batas usia nasabah diperluas menjadi 10–17 tahun, dari sebelumnya mulai 12 tahun. Perluasan tersebut ditujukan untuk mendukung pengenalan literasi keuangan sejak dini.

Pada sektor investasi, blu menyediakan bluInvest dengan pilihan Reksa Dana dan Emas digital, serta bluRDN hasil kolaborasi dengan BCA Sekuritas untuk investasi di pasar modal. Sementara itu, kebutuhan proteksi dilayani melalui bluInsurance dengan berbagai pilihan, seperti Travel Insurance, Electronic Equipment Insurance, Personal Cyber Insurance, Health Protection, Accident Protection, dan Life Protection. Untuk kebutuhan likuiditas, blu menghadirkan bluExtraCash.

“Inovasi produk di blu tidak pernah lahir dari asumsi di dalam ruang rapat, melainkan dari mendengarkan friksi nyata yang dihadapi nasabah dalam keseharian mereka. Melalui blu 2.0, kami ingin melampaui fungsi perbankan konvensional untuk menghadirkan rasa tenang dan kebebasan dalam mengelola uang,” ujar Edwin Tirta, Head of Retail & Digital Business BCA Digital.

Peran blu sebagai lifestyle enabler juga terlihat dari perkembangan integrasi Banking-as-a-Service (blUnion). Hingga 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi di sejumlah sektor gaya hidup tumbuh lebih dari 50%.
Segmen groceries & necessities mencatat pertumbuhan 70% YoY, diikuti transaksi bioskop 60% YoY, transportasi publik dan perjalanan 54% YoY, serta food & beverages (F&B) 51% YoY. Selain itu, blu telah terhubung dengan berbagai sektor, mulai dari fintech, HR tech, marketing tech, pembayaran digital, transportasi, gaming, hingga inisiatif sustainability.

Baca Juga:   Rupiah Melemah, Indonesia Dinilai Kian Menarik bagi Wisatawan Mancanegara

“Melihat tren kinerja lima tahun ini, kebanggaan terbesar kami bukan hanya pada pencapaian metrik keuangan, melainkan pada bagaimana data ini memotret pergeseran perilaku generasi muda menuju kedewasaan finansial. Ketika adopsi instrumen investasi, transaksi valas, hingga fitur perencanaan anggaran melonjak, ini mengonfirmasi bahwa model bisnis BCA Digital berada di jalur yang tepat,” kata Yoga T. Halim, Head of Corporate Planning BCA Digital.

Sementara itu, upaya mendorong literasi keuangan juga dilakukan melalui bluAcademy. Sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 30.926 peserta dalam 25 batch. Melalui bluAcademy, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga mempraktikkan penggunaan fitur blu sesuai kebutuhan finansial mereka.

Komitmen edukasi tersebut kemudian diperluas melalui kolaborasi dengan media. BCA Digital menggelar puncak bluPressAwards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi insan pers dalam memperluas literasi keuangan.

Tahun ini, bluPressAwards mencakup dua kategori, yakni feature article dan opinion article. Ajang tersebut menghimpun 118 karya dari 106 media, terdiri atas 37 media nasional dan 69 media lokal/daerah, dengan melibatkan 107 jurnalis dari berbagai wilayah Indonesia.
Karya terpilih bluPressAwards 2026 akan dikompilasi dan diterbitkan dalam bentuk buku.

“Kami butuh kekuatan storytelling dari rekan-rekan jurnalis untuk menyambung tongkat estafet pembelajaran tersebut ke masyarakat luas,” ungkap Duardi Prihandiko, Head of Brand & Communication BCA Digital. (BC13)