Beranda Ekonomi Topang Permodalan Bisnis Dekorasi Wedding, Dehana Decoration Manfaatkan KUR BRI

Topang Permodalan Bisnis Dekorasi Wedding, Dehana Decoration Manfaatkan KUR BRI

0
Dehana Decoration
Pembuatan dekorasi pernikahan oleh tim Dehana Decoration. (ist)

balibercerita.com –
Menjalankan usaha dekorasi pernikahan tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan kemampuan menata sebuah acara. Di balik setiap dekorasi yang terpasang, terdapat kebutuhan modal untuk menyiapkan properti, membeli bahan, hingga membayar tenaga kerja sebelum pekerjaan selesai dan menghasilkan pendapatan.

Situasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dehana Decoration, usaha yang bergerak di bidang dekorasi pernikahan di Bali. Usaha yang dirintis sejak 2017 ini kini didukung sekitar tujuh orang dalam tim dan menawarkan paket dekorasi mulai dari sekitar Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah, bergantung pada konsep serta kebutuhan pelanggan.

Pemilik Dehana Decoration, Nyoman Tangga Nalika mengatakan, modal menjadi salah satu aspek yang cukup menentukan, terutama ketika usaha perlu membuat properti dekorasi baru. Pengeluaran harus dilakukan lebih dahulu, sementara properti tersebut belum tentu langsung menghasilkan pengembalian modal. “Kalau pembuatan barang baru, kita bisa minus dulu. Kita harus jalanin sekitar lima kali dulu baru bisa balik modal,” ujar Tangga.

Karakter bisnis tersebut membuat kebutuhan modal tidak hanya muncul saat ada pesanan. Pengusaha dekorasi juga perlu menyiapkan investasi untuk memperkaya koleksi properti sehingga pilihan konsep yang ditawarkan kepada pelanggan semakin beragam.

Baca Juga:   Dukungan BRI Dorong Bisnis Towing Gus Adi Melaju Pesat

Sebagian properti yang digunakan Dehana Decoration diproduksi sendiri. Mulai dari ornamen hingga berbagai perlengkapan untuk kebutuhan wedding disiapkan agar dapat digunakan kembali pada pekerjaan berikutnya. Dengan pola tersebut, biaya pembuatan properti baru pada awalnya menjadi investasi yang pengembaliannya bergantung pada seberapa sering properti tersebut digunakan.

Kapasitas pengerjaan juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Pada musim ramai, Dehana Decoration bisa menangani sekitar lima pekerjaan. Jumlah pesanan yang terlalu berdekatan dapat menjadi tantangan karena setiap proyek membutuhkan waktu persiapan yang berbeda.

Untuk dekorasi dengan paket sekitar Rp10 juta, misalnya, proses persiapannya dapat berlangsung selama tiga hingga empat hari. Sementara untuk pekerjaan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah, waktu persiapan bisa mencapai satu minggu atau lebih. “Kalau satu musim yang paling enak lima. Kalau lebih dari itu kayaknya kewalahan,” kata Tangga.

Untuk menopang kebutuhan tersebut, Dehana Decoration kemudian memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pembiayaan sekitar Rp25 juta yang diterima digunakan sebagai tambahan modal untuk mendukung aktivitas usaha.

Tangga berharap ke depan dapat memperoleh tambahan pembiayaan dengan nilai lebih dari Rp50 juta. Dana tersebut rencananya dapat digunakan untuk menambah dan mengembangkan koleksi properti dekorasi yang dimiliki.

Baca Juga:   Modal Inti Tembus Rp5,7 Triliun, Bank BPD Bali Makin Dekat Naik Kelas ke KBMI 2

Kebutuhan pembiayaan pada bisnis seperti Dehana Decoration tidak semata-mata untuk membiayai kegiatan operasional harian. Modal juga berfungsi sebagai investasi untuk menciptakan aset usaha yang dapat dipakai berkali-kali dalam berbagai proyek.

Selain kebutuhan properti, biaya bahan baku juga menjadi salah satu tantangan. Dehana Decoration menggunakan sejumlah material alami untuk dekorasi, antara lain bunga segar, gemitir, busung atau janur, serta ambu. Perubahan harga bahan-bahan tersebut dapat memengaruhi biaya produksi.

Meski demikian, kenaikan harga bahan tidak serta-merta diteruskan kepada konsumen. Tangga menyebut penyesuaian harga biasanya dilakukan dalam rentang enam bulan hingga satu tahun, bersamaan dengan pembaruan paket dekorasi yang ditawarkan.

Dari sisi pemasaran, Dehana Decoration memanfaatkan berbagai kanal digital, seperti Instagram, Tiktok, dan Facebook. Selain promosi melalui media sosial, pesanan juga datang melalui rekomendasi pelanggan maupun jaringan pertemanan.

Perkembangan bisnis dekorasi pernikahan turut menunjukkan adanya perubahan dalam industri penyelenggaraan perkawinan di Bali. Ketika berbagai kebutuhan yang sebelumnya banyak ditangani keluarga mulai dipercayakan kepada vendor profesional, peluang usaha ikut terbuka bagi penyedia jasa dekorasi dan sektor pendukung lainnya.

Tidak hanya dekorasi, kebutuhan tersebut mencakup tenaga kerja, dokumentasi, katering, hingga berbagai layanan penunjang pesta pernikahan. Kondisi ini menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha lokal.

Baca Juga:   Seribu PMI Asal Bali Dilepas Kerja ke Bulgaria

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya mengatakan, akses pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu pelaku usaha mikro dan kecil mengembangkan kapasitas bisnisnya. “BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Bagi Dehana Decoration, tambahan modal membuka ruang untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari membuat properti baru, memperluas pilihan konsep hingga memungkinkan pengerjaan dekorasi dengan skala yang lebih besar. Pada akhirnya, kebutuhan modal dalam bisnis dekorasi tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan operasional.

Modal menjadi bagian dari strategi untuk mengubah peluang pesanan menjadi kemampuan produksi. Dalam ekosistem wedding di Bali, peningkatan kapasitas pelaku UMKM pendukung juga ikut memperluas manfaat ekonomi yang tercipta dari setiap penyelenggaraan pernikahan. (BC13)