Beranda Ekonomi Dua Tahun, UMKM di Badung Ber-NIB Bertambah 31.140 Unit

Dua Tahun, UMKM di Badung Ber-NIB Bertambah 31.140 Unit

0
UMKM di Badung
Anak Agung Sagung Rosyawati. (ist)

balibercerita.com –
Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Badung yang mengantongi nomor induk berusaha (NIB) terus mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, jumlahnya bertambah sebanyak 31.140 unit, dari 27.162 menjadi 58.302 unit.

Pertumbuhan tersebut dinilai sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian Badung setelah melewati pandemi Covid-19. Pemulihan aktivitas ekonomi turut membuka peluang bagi masyarakat untuk memulai usaha maupun mengembangkan bisnis yang telah dijalankan.

Kepala Dinas Koperasi, UKMP Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah menjadi salah satu faktor yang mendorong bertambahnya jumlah UMKM. “Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung yang terus mengalami peningkatan setelah terlepas dari pandemi corona menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah UMKM,” ujarnya, Selasa (27/10).

Baca Juga:   Transaksi Mudah di Pelabuhan Gilimanuk, BRImo Manjakan Pemudik dengan Promo Rp130

Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKMP Badung, peningkatan jumlah UMKM ber-NIB sebenarnya telah terlihat sejak 2021. Pada tahun tersebut, jumlah usaha tercatat sebanyak 22.647 unit, kemudian bertambah menjadi 25.542 unit pada 2022, dan 27.162 unit pada 2023.

Kenaikan lebih tajam terjadi pada 2024 dengan jumlah UMKM ber-NIB mencapai 44.248 unit. Tren positif tersebut berlanjut pada 2025, ketika jumlahnya kembali meningkat menjadi 58.302 unit.

“Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2024, ketika aktivitas perekonomian Badung mulai kembali bergerak setelah melewati masa pandemi. Kondisi ini turut mendorong masyarakat untuk merintis usaha baru maupun mengembangkan usaha yang telah berjalan,” paparnya.

Baca Juga:   BRI Perkuat Layanan Pensiunan Lewat Program Apresiasi dan Dukungan bagi UMKM Lokal

Dari sisi sektor usaha, pertumbuhan UMKM di Badung terlihat pada bidang kuliner, perdagangan, dan jasa yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi serta pariwisata. Pada periode 2023–2024, usaha rumah atau warung makan mencatat pertumbuhan sebesar 110,4 persen.

Sementara itu, perdagangan eceran berbagai macam barang mengalami peningkatan sebesar 105,2 persen. “Sementara aktivitas jasa perseorangan lainnya meningkat 104,56 persen,” paparnya.

Perkembangan sejumlah sektor usaha tersebut berlanjut pada periode 2024–2025. Aktivitas jasa perseorangan lainnya kembali mencatat pertumbuhan sebesar 44,05 persen. Selain itu, sektor real estat yang dimiliki sendiri atau disewakan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Baca Juga:   Tingkatkan Layanan Perbankan di Pusat Pariwisata, BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta

Menurut Sagung Rosyawati, bertambahnya UMKM yang memiliki NIB tidak hanya menunjukkan perkembangan aktivitas usaha di Badung, tetapi juga mencerminkan semakin banyaknya pelaku usaha yang memiliki legalitas untuk menjalankan bisnisnya.

“Bertambahnya jumlah UMKM yang memiliki NIB menjadi salah satu indikator berkembangnya aktivitas usaha di Kabupaten Badung. Legalitas ini juga menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan bisnis secara resmi,” terangnya. (BC9)