Rute Penerbangan Tak Lazim Jadi Alarm Bea Cukai Ngurah Rai Deteksi Modus Family Trip

0
2
Bea cukai
Wawan Dharmawan. (ist)

balibercerita.com –
Jaringan penyelundupan internasional kini semakin piawai menyamarkan perjalanan untuk menghindari pemeriksaan. Rute penerbangan yang dibuat berputar hingga menggunakan pola perjalanan bersama keluarga menjadi bagian dari strategi yang harus dibaca petugas Bea Cukai Ngurah Rai.

Kondisi tersebut mendorong Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Ngurah Rai memperkuat sistem profiling dan analisis risiko penumpang yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan mengatakan, petugas kini tidak hanya melihat barang bawaan atau tujuan perjalanan seorang penumpang. Berbagai data perjalanan dianalisis untuk menemukan pola yang dinilai tidak lazim.

“Modus family trip ini memang menjadi salah satu strategi baru dari jaringan tersebut untuk menurunkan kecurigaan petugas. Biasanya kalau rombongan keluarga, persepsinya adalah wisatawan murni. Namun, kini pola tersebut sudah masuk dalam radar pemantauan ketat kami,” ujar Wawan.

Baca Juga:   Imigrasi Ngurah Rai Dukung Penuh Polda Bali Ungkap Kasus Penculikan dan Dugaan Mutilasi WNA

Salah satu pola yang menjadi perhatian adalah perjalanan dengan rute berlapis. Penumpang dapat memilih transit di sejumlah negara sebelum akhirnya tiba di Bali. Wawan mencontohkan rute dari Thailand yang terlebih dahulu transit di Singapura sebelum melanjutkan penerbangan ke Bali.

Rute tersebut kemudian dicocokkan dengan data dan profil penumpang melalui passenger analysis unit (PAU). Petugas menelusuri berbagai indikator, mulai dari pekerjaan, latar belakang hingga rekam jejak perjalanan. Dengan pendekatan tersebut, perjalanan yang sekilas terlihat sebagai kunjungan wisata biasa dapat dianalisis lebih mendalam apabila ditemukan ketidaksesuaian atau anomali.

Baca Juga:   Ribuan Botol Miras Berpita Cukai Palsu Digagalkan di Bali, Negara Selamatkan Rp2,14 Miliar

Pengawasan terhadap penumpang juga diperkuat melalui penggunaan teknologi. Bea Cukai Ngurah Rai bersinergi dengan Aviation Security (Avsec) Bandara Ngurah Rai dalam mengoptimalkan perangkat pemindai X-ray terbaru. Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung pemeriksaan bagasi tercatat maupun barang bawaan kabin.

Kemasan yang sengaja dibuat menyerupai karton atau kotak biasa tetap dapat dianalisis melalui pemindaian. “Melalui integrasi sistem berbasis analisis risiko dan kecanggihan alat pemindai baru ini, barang bukti yang dikemas rapi dalam karton atau kotak-kotak penyamaran tetap akan terbaca jelas oleh tim analis kami di area kargo,” tegas Wawan.

Apabila hasil analisis menunjukkan adanya indikasi mencurigakan, informasi akan segera diteruskan kepada petugas pemeriksaan di lapangan. Penumpang atau barang yang bersangkutan kemudian dapat diarahkan ke Jalur Merah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:   Pansus DPR RI Serap Aspirasi di Bali, RUU Hukum Perdata Internasional Didorong Lebih Adaptif Hadapi Era Global

Bea Cukai Ngurah Rai memastikan pengawasan akan terus menyesuaikan perkembangan modus jaringan penyelundupan. Perubahan pola perjalanan membuat pemeriksaan tidak cukup hanya mengandalkan penampilan, tujuan wisata, maupun siapa saja yang ikut dalam perjalanan. Penggabungan analisis data, profiling, teknologi pemindai dan kejelian petugas menjadi strategi untuk mendeteksi potensi penyelundupan sejak penumpang tiba di pintu masuk Bali.

Bagi petugas, setiap anomali perjalanan menjadi informasi penting. Sebab, semakin rapi sebuah perjalanan disamarkan, semakin penting pula kemampuan membaca pola di baliknya. (BC5)