Modus “Family Trip” dalam Peredaran Narkoba Mulai Diatensi Bea Cukai Ngurah Rai

0
8
Bea cukai
Pemaparan temuan Bea Cukai Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com –
Perjalanan bersama keluarga atau pasangan ke Bali kini menjadi salah satu pola yang turut dicermati Kantor Bea Cukai Ngurah Rai dalam mengungkap penyelundupan narkotika. Modus berkedok family trip disebut mulai digunakan untuk mengaburkan profil penumpang agar terlihat seperti wisatawan biasa.

Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan mengatakan, pola tersebut menjadi salah satu perkembangan modus penyelundupan yang ditemukan petugas sepanjang 2026. Meski datang bersama dalam satu perjalanan, petugas tidak serta-merta menganggap penumpang tersebut memiliki hubungan keluarga atau pasangan.

“Kalau family trip ini modus baru. Tujuannya untuk mengelabui petugas karena mencoba mengaburkan profil penumpang. Dari data pekerjaan maupun profil perjalanan terlihat seperti pelancong biasa. Namun kami tetap melakukan analisis melalui sistem Passenger Risk Management,” jelas Wawan saat ditemui usai Konferensi Pers Hasil Penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor di Halaman Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai, Jumat (7/8).

Baca Juga:   Pemkab Badung Berlakukan Sanksi Tipiring bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Menurut Wawan, data perjalanan menjadi salah satu instrumen penting dalam proses analisis risiko. Petugas dapat mencermati sejumlah indikator, termasuk data tiket dan boarding pass, sebelum menentukan apakah seorang penumpang perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau family trip pasti datang bersama-sama, satu penerbangan, bisa kami lihat dari data tiket maupun boarding pass. Tetapi untuk status hubungan mereka masih didalami. Yang laki-laki diketahui sudah memiliki istri,” terangnya.

Baca Juga:   Pansus DPR RI Serap Aspirasi di Bali, RUU Hukum Perdata Internasional Didorong Lebih Adaptif Hadapi Era Global

Pola tersebut juga ditemukan dalam kasus terbaru yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal India. Keduanya diketahui datang bersama ke Bali. Namun, hasil pendalaman petugas menunjukkan hubungan keduanya tidak seperti yang sempat diduga.

Temuan ini menunjukkan bahwa pola perjalanan penumpang menjadi bagian penting dalam upaya Bea Cukai membaca potensi penyelundupan. Penampilan sebagai wisatawan biasa tidak otomatis membuat penumpang luput dari analisis risiko.

Sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026, Bea Cukai Ngurah Rai mencatat sebanyak 58 surat bukti penindakan (SBP) narkotika yang seluruhnya melibatkan WNA. Para pelaku berasal dari berbagai negara dan tidak didominasi satu kewarganegaraan tertentu. “Di data kami sampai hari ini ada 58 SBP,” ujar Wawan.

Baca Juga:   Bikin Geger Bandara Ngurah Rai, Warga Arab Saudi Overstay Akhirnya Dideportasi

Ia menyebut pelaku berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Eropa hingga Asia. Sementara, dari jenis barang bukti, ganja masih menjadi narkotika yang paling banyak diamankan berdasarkan jumlah sitaan.

Selain ganja, petugas juga menemukan upaya penyelundupan kokain melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Kalau barang bukti yang paling banyak disita dari jumlahnya ya ganja. Kokain juga ada,” ungkapnya.

Dengan berkembangnya pola penyelundupan, Bea Cukai Ngurah Rai terus mengandalkan analisis risiko untuk mengidentifikasi penumpang yang dinilai memiliki potensi pelanggaran. Data perjalanan, profil penumpang hingga pola kedatangan menjadi bagian dari proses tersebut sebelum pemeriksaan dilakukan. (BC5)