balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya mengandalkan pembangunan trem untuk mengurai kemacetan di kawasan pariwisata. Pemkab juga menyiapkan pengembangan transportasi laut berupa tol laut yang akan dikerjakan bersama pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Dalam rencana tersebut, Pemkab Badung bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan dua titik pelabuhan yang akan melayani water taxi. Lokasi yang disiapkan berada di Pantai Sekeh, Kelurahan Kuta, serta Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Sementara, pembangunan fasilitas pelabuhan menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, proyek tersebut saat ini masih memasuki tahapan penetapan lahan. Pemkab Badung mendapat tugas untuk memastikan ketersediaan lahan sesuai konsep transportasi yang telah dirancang pemerintah pusat.
“Progresnya masih proses penetapan lahan. Dalam waktu dekat ada pembahasan bersama Pak Gubernur yang dihadiri bupati, wakil bupati, dan OPD terkait untuk membahas kesiapan proyek ini,” ujar Surya Suamba, Jumat (7/8).
Ia menjelaskan, lokasi yang dipersiapkan Pemkab Badung menyesuaikan arahan pemerintah pusat yang menginginkan pembangunan fasilitas transportasi laut berada di kawasan pesisir. Dua pelabuhan untuk mendukung layanan water taxi tersebut direncanakan berada di Pantai Sekeh dan Pantai Perancak.
Menurut Surya Suamba, keberadaan dua pelabuhan tersebut nantinya tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem transportasi publik yang terintegrasi. Kedua titik tersebut akan dikoneksikan dengan moda transportasi darat, termasuk jaringan trem yang dirancang melintasi kawasan pesisir Badung. “Nantinya, pelabuhan akan terhubung dengan jaringan transportasi darat berupa trem yang juga dirancang melintasi kawasan pesisir,” paparnya.
Selain menghubungkan dua titik pelabuhan, sistem transportasi laut tersebut juga dirancang agar terintegrasi dengan berbagai moda transportasi darat. Penumpang yang tiba menggunakan water taxi nantinya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan trem ataupun layanan feeder berbasis kendaraan listrik menuju sejumlah kawasan wisata.
“Konsepnya adalah transportasi yang saling terintegrasi. Orang turun dari kapal, langsung tersedia trem maupun feeder, sehingga perpindahan antarmoda menjadi lebih mudah dan efisien,” terangnya.
Mantan Kadis PUPR Badung ini menilai, pengembangan transportasi publik dengan sistem terintegrasi menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Sebab, pertumbuhan aktivitas pariwisata di Badung terus meningkatkan beban lalu lintas, sehingga pembangunan jalan saja dinilai tidak cukup untuk menjadi solusi jangka panjang.
Pemerintah daerah berharap kesiapan lahan dapat segera diselesaikan sehingga pemerintah pusat bisa melanjutkan tahapan pembangunan fasilitas pelabuhan. “Setelah kesiapan lahan terpenuhi, pemerintah pusat akan melanjutkan pembangunan. Ya mudah-mudahan setelah itu segera dibangun,” imbuhnya. (BC9)


















