Museum Taman Perdamaian Bali Disiapkan Jadi Simbol Rekonsiliasi, Rampung Akhir Tahun

0
5
Museum Taman Perdamaian
I Gede Sukadana. (ist)

balibercerita.com –
Museum Taman Perdamaian Bali yang dibangun di kawasan Ground Zero Kuta disiapkan bukan sekadar menjadi bangunan baru, tetapi sebagai ruang edukasi sekaligus simbol perdamaian, persatuan, dan kemanusiaan yang lahir setelah tragedi Bom Bali. Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan pembangunan fisik museum di lahan bekas Sari Club itu rampung pada Desember 2026.

Di balik pembangunan tersebut, Pemkab Badung terus memperkuat koordinasi dengan Desa Adat Kuta maupun Konsulat Jenderal Australia guna memastikan museum dapat menjadi ruang bersama untuk mengenang para korban sekaligus menyampaikan pesan perdamaian kepada generasi mendatang.

Baca Juga:   Antisipasi Lonjakan Arus Mudik dan Wisatawan, Basarnas Siagakan 140 Personel SAR di Bali

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana mengatakan, pekerjaan fisik saat ini masih berada pada tahap awal dengan progres di bawah 30 persen. Pekerjaan meliputi pembersihan lokasi, pematangan lahan, pengurasan air menggunakan pompa, fabrikasi bekisting dan pembesian, galian pondasi pile cap, pengangkutan tanah galian, hingga fabrikasi dinding baja. “Setiap hari kami menerima laporan perkembangan pekerjaan,” ujar Sukadana.

Setelah laporan pertanggungjawaban tahap pertama selesai, pembangunan akan memasuki termin kedua dengan porsi pekerjaan sebesar 40 persen. Pemkab Badung optimistis pembangunan fisik museum dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026, sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan interior.

Baca Juga:   Temu Usaha Badung Dorong Integrasi Pertanian Lokal ke Rantai Pasok Pariwisata

Menurut Sukadana, keberadaan Museum Taman Perdamaian Bali diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Kuta. Di sisi lain, museum juga diharapkan menjadi pengingat atas tragedi Bom Bali sekaligus menghadirkan pesan perdamaian, solidaritas, kerukunan, dan kemanusiaan.

Saat ini pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian pembangunan fisik. Sementara itu, konsep pengelolaan dan operasional museum akan disiapkan secara bertahap. Desa Adat Kuta juga berpeluang dilibatkan dalam pengelolaan, meski aset museum tetap menjadi milik Pemerintah Kabupaten Badung. “Kami tetap membangun komunikasi dengan desa adat agar nantinya mereka juga terlibat. Konsep pengelolaannya masih kami matangkan sehingga bisa saling mendukung,” katanya.

Baca Juga:   Penanganan Sampah Diperkuat, Jimbaran Siapkan Skema Terpadu hingga Satgas Banjar

Selain itu, Pemkab Badung terus menjalin komunikasi dengan Konsulat Jenderal Australia terkait pengembangan museum serta pelaksanaan peringatan tragedi Bom Bali tahun ini. Mengingat kawasan Ground Zero masih dalam tahap pembangunan, peringatan akan dikemas dengan konsep yang berbeda tanpa mengurangi makna penghormatan kepada para korban.

“Kami sudah menyiapkan formulanya. Peringatan tetap ada agar tragedi tersebut tidak dilupakan, tetapi pelaksanaannya disesuaikan agar tidak mengganggu proses pembangunan yang sedang berlangsung,” pungkasnya. (BC5)