PPDN Vaksin II Kini Wajib Tes PCR

PPDN
Penumpang di Bandara Ngurah Rai. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Sejak tanggal 11 Agustus 2022, aturan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) kembali mengalami perubahan. Jika sebelumnya PPDN yang sudah melaksanakan vaksinasi II diperkenankan memilih menggunakan hasil negatif tes RT PCR atau swab antigen, sebagai syarat perjalan udara. Namun, saat ini mereka diwajibkan memakai RT PCR. Aturan tersebut disamakan dengan syarat PPDN yang baru mendapatkan dosis I. Sedangkan bagi yang sudah mendapatkan vaksin booster, tidak diwajibkan menunjukkan atau melaksanakan tes tersebut.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan menerangkan, aturan terbaru itu diterapkan seiring dengan terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 77 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tidak terdapat kendala di lapangan dalam penerapan peraturan terbaru tersebut. 

“Ditetapkannya peraturan perjalanan terbaru SE 77 tidak mengubah alur perjalanan penumpang di bandara. Sehingga tidak terdapat penumpukan penumpang atau kendala operasional di Bandara Ngurah Rai pada saat penerapan SE 77,” terangnya.

Baca Juga:   Akses Keluar Masuk Hanya Andalkan Jembatan Reot

Pada periode Januari-Juli 2022, secara keseluruhan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melayani 5.612.677 pelaku perjalanan udara, baik domestik maupun internasional. Trafik penumpang saat ini juga masih mengalami tren positif. Rata-rata di bulan Agustus, Bandara Ngurah Rai melayani kurang lebih 20.000 penumpang domestik dan internasional per hari. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Juli. Rata-rata penumpang per hari berada pada kisaran 28.000 penumpang. 

“Hal tersebut lumrah karena di bulan Agustus ini termasuk dalam low season. Kami berharap dengan berlakunya peraturan terbaru ini tidak mempengaruhi lalu lintas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali secara signifikan,” harapnya. 

Untuk memfasilitasi penumpang terkait aturan tersebut, pihaknya masih menyediakan tes RT PCR di gedung Wisti Sabha yang lama. Pihaknya juga menyediakan fasilitas pelayanan vaksinasi yang dimulai sejak tanggal 7 Juli 2022. Fasilitas ini berada di area kedatangan domestik dan melayani setiap hari pukul 09.00 hingga 15.00 Wita. 

Baca Juga:   Astrid, Sang Ratu Ular dari Tabanan

Untuk diketahui, dalam SE Kemenhub No. 77 Tahun 2022 dinyatakan, PPDN dengan transportasi udara wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut: Setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam melakukan perjalanan dalam negeri. PPDN di atas usia 18 tahun yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. PPDN di atas usia 18 tahun dengan vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. 

PPDN usia 6 hingga 17 tahun yang telah melakukan vaksinasi dosis ke-2 tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. PPDN usia 6 hingga 17 tahun yang telah melakukan Vaksinasi dosis ke-1 atau belum melakukan vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam, atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. 

Baca Juga:   LPD Kedonganan Bantu Pendidikan Warga dengan Program Beasiswa dan Tabungan Plus

Kemudian, PPDN usia 6 hingga 17 tahun yang baru melaksanakan perjalanan udara dari luar negeri dan belum vaksin wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19. 

PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini