Selama KTT G20, GWK Steril Pengunjung Umum

G20
Patung Garuda Wisnu Kencana. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Selama dipakai menjadi venue utama jamuan welcoming dinner dan cultural night KTT G20, kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park akan disterilisasi dari pengunjung umum. Hal ini sesuai protokol yang diberlakukan negara, sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan pelaksanaan acara. 

Kendati event tersebut dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 16-18 September 2022, tidak menutup kemungkinan sterilisasi diperluas menjadi 1 minggu. Mengingat penyiapan tempat sebelum dan sesudah acara juga memerlukan waktu.

Andre Prawiradisastra selaku Marcom & Event Division Head GWK menerangkan, kawasan GWK akan disterilisasi dari pengunjung umum selama pelaksanaan acara. Hal ini sesuai dengan mandat yang diberikan dari Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. Jika merujuk pada tanggal pelaksanaan acara, yaitu tanggal 16-18 November 2022, maka sterilisasi akan dilakukan selama 3 hari. Namun secara ideal, sterilisasi biasanya mulai dilakukan 3 hari sebelum acara dilaksanakan dan 2 hari sesudah acara terselenggara. 

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Pimpin Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

“Kami belum tahu persis berapa lama sterilisasi itu akan dilakukan, selain pada saat jadwal pelaksanaan acara. Idealnya sih 3 hari sebelum pelaksanaan dan 2 hari setelah pelaksanaan itu sudah mulai dilakukan. Jika jika itu dipakai, maka GWK akan steril dari kunjungan umum sekitar seminggu,” terangnya.

Dijelaskannya, setelah para kepala negara KTT G20 tiba di Bandara Ngurah Rai, mereka akan langsung menuju ke GWK untuk dijamu dalam welcoming dinner. Panitia sudah menyiapkan sejumlah acara penyambutan dan penampilan seni yang disajikan dalam acara tersebut. Kawasan yang akan dipakai menjadi tempat welcoming dinner adalah kawasan Lotus Pond.

Baca Juga:   Nataru, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat

Selama sterilisasi kawasan dari pengunjung umum, memang terdapat potential lost yang ditimbulkan. Sebab kunjungan ke GWK per hari rata-rata mencapai 50 ribu pengunjung. Namun pihaknya mengaku tidak terlalu mengkhawatirkannya, sebab ini dilakukan demi kepentingan negara. 

Hingga saat ini, pihaknya terus mematangkan persiapan untuk menyambut hajatan tersebut. Ada sejumlah penataan dan beautifikasi yang dilakukan di GWK, bekerja sama dengan Kementerian PUPR. Pengerjaan utama penataan tersebut diantaranya penataan gerbang masuk utama yang diperbesar dan dipertinggi. Nantinya akses tersebut akan menjadi tempat yang paling strategis, karena merupakan pintu masuk utama yang akan dilalui semua kepala negara dan langsung ke patung GWK. 

Selain itu ada juga pembuatan akses jalur pulang kepala negara, pelandaian area festival park untuk mempermudah akses pejalan kaki. Sedangkan yang lain berupa kelengkapan fasilitas yang diperlukan, seperti CCTV, lampu penerangan dan persiapan lain yang sifatnya kecil-kecil. “Sekarang lantai 9 dan 23 di dalam patung GWK sudah ditutup untuk kunjungan umum. Itu kita sedang direnovasi,” ucapnya.

Baca Juga:   Aplikasi Borneopedia Resmi Diluncurkan

Sampai saat ini, secara total progres penataan sudah mencapai 80 persen dan tinggal perapian saja. Penataan ditarget sudah rampung sebelum bulan September. Rencananya, Presiden Jokowi akan datang pada bulan Agustus ini untuk memastikan kesiapan dari GWK. “Saat ini pengerjaan masih terus dilakukan. Jalur pengunjung umum kita pisahkan dengan jalur yang direnovasi. Jadi ini tidak akan saling mengganggu,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini