balibercerita.com –
Di tengah ramainya kawasan wisata Kuta, terselip kisah yang tak biasa. Seorang turis asal Australia berinisial MF memilih menjadikan sebuah poskamling di samping Pura Desa Adat Kuta sebagai tempat beristirahat selama tiga hari. Bukan karena kehabisan uang, melainkan karena belum menemukan losmen yang sesuai dengan keinginannya.
Keberadaan pria berambut panjang dan berjanggut itu awalnya mengundang perhatian warga. Setelah melihatnya beberapa hari berturut-turut tidur di pos jaga, warga pun melaporkan hal tersebut kepada personel Satpol PP Badung BKO Kecamatan Kuta.
Petugas yang datang ke lokasi kemudian memastikan MF memang telah menginap di poskamling selama tiga hari. Ia pun diajak ke kantor Satpol PP Kuta untuk dimintai keterangan.
Di hadapan petugas, MF bercerita baru tiga hari berada di Bali. Sebelum tiba di Pulau Dewata, ia mengaku telah melakukan perjalanan ke sejumlah kota di Pulau Jawa, mulai dari Yogyakarta, Malang, Blitar, hingga Banyuwangi. Ia juga mengaku telah berkeliling ke berbagai negara dan menyebut dirinya sebagai profesor.
Alasan memilih tidur di pos kamling ternyata cukup sederhana. MF mengaku sedang mencari losmen dengan tarif sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per malam. Namun, pencarian itu belum membuahkan hasil. “Saya ingin cari losmen. Dari harga sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, tapi saya tidak bisa menemukannya,” ujarnya.
Menurutnya, losmen menawarkan suasana yang lebih hangat dan dekat dengan kehidupan masyarakat dibanding hotel yang dianggap terlalu sepi. Poskamling tersebut dipilih karena lokasinya strategis, dekat dengan tempat makan dan pasar modern.
Meski bermalam di fasilitas umum, MF menegaskan dirinya bukan wisatawan telantar. Bahkan, dengan santai ia mengaku memiliki kondisi ekonomi yang sangat baik. “Saya seorang multijutawan. Saya punya 26 rumah di Australia. Gaji saya tahun lalu 2,45 juta dolar,” katanya.
Suasana pun sempat mencair ketika MF melontarkan candaan kepada petugas Satpol PP. Ia menyebut anggota Satpol PP yang membantunya sebagai penyelamat hidup karena telah membantunya mendapatkan tempat beristirahat yang lebih layak.
Komandan Regu Satpol PP BKO Kuta, I Wayan Suantara menjelaskan, pihaknya bergerak setelah menerima laporan masyarakat mengenai seorang warga asing yang beberapa hari tidur di pos jaga. “Dari laporan warga kami lakukan pengecekan. Setelah kami temui, ternyata yang bersangkutan mengaku sudah tiga hari tidur di sana,” jelasnya.
Setelah berkoordinasi dengan Satpol PP Badung, petugas memutuskan memfasilitasi MF untuk mendapatkan penginapan yang lebih layak. Menurut Suantara, langkah tersebut bukan karena wisatawan itu telantar, melainkan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus menjaga ketertiban di kawasan wisata. “Ia bukan orang telantar karena memiliki bekal yang cukup. Cuma masalah keinginan saja. Dia ingin lokasi menginapnya nyaman, lebih memilih losmen daripada hotel,” katanya.
Berkat pendampingan Satpol PP, MF akhirnya dapat beristirahat di penginapan yang sesuai dengan kebutuhannya. Ia diketahui berencana melanjutkan liburannya di Bali sebelum kembali ke Australia pada 9 Agustus mendatang. (BC5)


















