Penembakan di Klub Malam Disesalkan Dispar Badung, Evaluasi Sistem Keamanan akan Dilakukan

0
13
Penembakan di Tibubeneng
Anak Agung Putri Mas Agung. (ist)

balibercerita.com –
Insiden penembakan yang terjadi di klub malam The Shady Pig, di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung. Peristiwa tersebut dinilai berpotensi mencoreng citra pariwisata Badung yang selama ini dibangun sebagai destinasi wisata internasional yang aman dan nyaman, sekaligus mengganggu upaya pemerintah daerah dalam menarik wisatawan berkualitas.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus dan menegaskan proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Baca Juga:   Usai Sosialisasi Gerakan Kulkul PKK, Bunda Rai Tinjau Inovasi Olah Sampah Plastik Jadi BBM di Denbantas

“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Kami juga mengapresiasi respons cepat kepolisian dalam menangani kejadian tersebut dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat yang berwenang,” ujar Putri Mas Agung saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Menurutnya, Dispar Badung akan berkoordinasi dengan Polres Badung serta pengelola tempat hiburan malam untuk mengevaluasi sistem pengamanan yang diterapkan di masing-masing lokasi usaha. Evaluasi tersebut akan meliputi standar operasional prosedur (SOP) keamanan, pemeriksaan terhadap potensi masuknya senjata tajam maupun senjata api, hingga penguatan mekanisme pengawasan terhadap pengunjung.

Baca Juga:   Kebhinekaan dalam Harmoni Kebangsaan

“Langkah ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Karena ini akan berdampak pada pariwisata kedepannya,” ungkapnya.

Putri Mas Agung menjelaskan, aspek keamanan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kenyamanan wisatawan selama berada di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, seluruh pelaku usaha pariwisata, khususnya pengelola tempat hiburan malam, diharapkan lebih disiplin dalam menerapkan sistem pengamanan internal.

Ia menambahkan, tindak kriminal yang terjadi di kawasan wisata tidak hanya berdampak pada lokasi kejadian, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata secara keseluruhan. Untuk itu, pelaku usaha diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan demi menjaga citra Badung sebagai daerah tujuan wisata yang aman.

Baca Juga:   Efektif Kurangi Kemacetan, Dishub Badung dan Forum LLAJ Resmi Tetapkan Rekayasa Lalu Lintas Pecatu-Uluwatu Secara Permanen

Dispar Badung juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha pariwisata terus diperkuat agar keamanan destinasi tetap terjaga serta kepercayaan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, tidak terganggu. “Saya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Bukan hanya di sana, tapi di seluruh destinasi wisata di Badung,” imbuhnya. (BC9)