Jalan Lingkar Selatan Pecatu Mulai Dibangun, Warga Antusias Lihat Jalur Alternatif Menuju Uluwatu

0
14
Jalan lingkar selatan
Sejumlah alat berat bekerja di salah satu titik jalan lingkar selatan, tepatnya di depan Pura Karang Boma. (ist)

balibercerita.com –
Pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) di Desa Pecatu mulai memasuki fase yang paling dinantikan masyarakat. Setelah proses pembebasan lahan dilakukan beberapa bulan lalu, kini alat berat sudah bergerak membuka dan menata jalur baru yang diproyeksikan menjadi salah satu solusi kemacetan menuju kawasan wisata Uluwatu.

Dari pantauan pada Kamis (9/7), aktivitas pengerjaan terlihat di Jalan Raya Uluwatu tepat di depan kawasan Pura Karang Boma. Sejumlah alat berat tampak bekerja meratakan lahan dan menata material limestone yang akan digunakan untuk memperkuat fondasi badan jalan.

Progres pembangunan tersebut langsung menarik perhatian warga. Sejak alat berat mulai beroperasi, banyak masyarakat datang untuk melihat dari dekat perkembangan proyek yang selama ini hanya mereka dengar dalam berbagai pembahasan. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan aktivitas pembangunan melalui foto dan video untuk kemudian dibagikan di media sosial.

Baca Juga:   Empat Alut Basarnas Tiba di Bali Untuk Pengamanan KTT G20

Rasa penasaran masyarakat terutama tertuju pada bentuk trase jalan, lebar badan jalan, hingga panjang jalur yang nantinya akan menjadi akses alternatif menuju kawasan Uluwatu. Bahkan beberapa warga terlihat sengaja datang menggunakan kendaraan offroad maupun sepeda motor untuk menjelajahi area yang sedang dikerjakan.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap proyek JLS cukup tinggi. Menurutnya, ada beberapa warga yang melihat lokasi untuk mengetahui secara langsung seperti apa jalur baru yang akan dibangun dan manfaat yang dapat dirasakan setelah proyek selesai. “Salah satu jalur yang sedang dikerjakan berada di depan Pura Karang Boma. Nanti jalur itu akan menghubungkan Jalan Uluwatu hingga tembus ke wilayah Labuan Sait,” ujarnya.

Baca Juga:   Pertamina Gelar Pasar Murah LPG 3 Kg di Bali, Sasar Daerah dengan Akses Terbatas

Ia menjelaskan, jalan lingkar selatan diharapkan mampu menjadi jalur alternatif yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Pecatu, terutama pada akses menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Uluwatu yang selama ini sering mengalami kemacetan saat musim liburan maupun jam-jam sibuk.

Meski demikian, Sumerta mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan perlu diimbangi dengan pengelolaan lalu lintas yang baik. Keberadaan jalan baru memang dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan, namun peningkatan jumlah kendaraan di masa depan tetap perlu menjadi perhatian. “Dengan adanya jalan baru itu bisa menjadi pilihan alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Namun perlu juga dipikirkan volume kendaraan. Kalau jumlah kendaraan terus bertambah, tentu lama-kelamaan akan padat juga,” katanya.

Baca Juga:   Malam Hari, Presiden Jokowi Blusukan ke Rumah Warga Ubud

Dengan mulai terlihatnya bentuk fisik jalan di lapangan, proyek JLS kini tidak lagi sekadar rencana di atas kertas. Bagi masyarakat Pecatu, pembangunan ini menjadi harapan baru untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung akses menuju salah satu destinasi wisata paling populer di Bali selatan. (BC5)