Lindungi Kawasan Pariwisata Kuta, Pemkab Badung Bangun Sistem Pengendali Banjir Senilai Rp50 Miliar

0
2
Pengendali banjir
Pembuatan saluran drainase di Jalan Dewi Sri I. (ist)

balibercerita.com –
Kawasan Legian dan Seminyak yang menjadi salah satu jantung pariwisata Bali kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Badung. Melalui proyek pengendalian banjir senilai Rp50 miliar, Pemkab Badung berupaya memastikan aktivitas masyarakat dan industri pariwisata tidak lagi terganggu oleh genangan yang selama ini kerap muncul saat hujan deras.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak Juni 2026 itu menyasar sejumlah titik rawan banjir seperti Jalan Dewi Sri 1, 2, 3, dan 4, Jalan Pandawa, Jalan Campuhan, kawasan Basangkasa, Kunti, Nakula hingga Sunset Road. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari program pengendalian banjir yang diarahkan untuk memperbaiki sistem drainase dan memperlancar aliran air di kawasan Kuta. “Sudah mulai dikerjakan. Pekerjaannya berupa bangunan sipil, drainase dan pengendali banjir. Penanganannya mencakup kawasan Basangkasa, Kunti, Nakula, Sunset Road, Dewi Sri 1, 2, 3, 4 sampai Jalan Pandawa,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga:   Kapal Terbakar di Laut Talise, TNI AL Lakukan Evakuasi

Menurutnya, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan penyebab utama banjir selama ini berasal dari sedimentasi yang menumpuk di saluran drainase serta adanya beberapa saluran yang tertutup sehingga menghambat aliran air. “Di sana banyak terdapat sedimentasi dan ada saluran yang tertutup. Sekarang kami lakukan normalisasi,” katanya.

Selain normalisasi, pemerintah juga membangun dan melebarkan saluran drainase hingga sekitar 1,5 meter. Kapasitas tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan kawasan yang memiliki tingkat perkembangan pembangunan dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

Baca Juga:   Larangan Air Mineral di Bawah 1 Liter Dinilai Tak Efektif Atasi Masalah Sampah Bali

Sejumlah saluran eksisting juga akan diperbaiki melalui metode in-situ, yakni memperkuat konstruksi yang rusak tanpa membongkar seluruh bangunan saluran. Saat ini pekerjaan masih memasuki tahap pematangan lahan, penyediaan perlengkapan drainase, penyiapan sistem pemompaan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Seluruh pekerjaan dilakukan pada aset yang telah tersedia sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan.

Pemkab Badung juga mengakui adanya potensi gangguan lalu lintas selama proses pengerjaan. Namun koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian telah dilakukan untuk meminimalkan dampak bagi pengguna jalan. “Untuk lalu lintas kami sudah berkoordinasi dengan perhubungan dan kepolisian. Tentu ada pemakluman selama pekerjaan berlangsung,” ucapnya.

Baca Juga:   Tim SAR Evakuasi ABK Kapal Asing dari Laut Bali, Sempat Terkendala Gelombang Tinggi

Setelah proyek rampung, sistem pengendalian banjir akan terintegrasi dengan pompa utama di kawasan Dewi Sri. Air dari berbagai titik genangan akan dialirkan menuju saluran utama dan dipompa ke hilir sehingga genangan yang selama ini mengganggu kawasan wisata dan permukiman dapat diminimalkan.

Dengan dukungan anggaran APBD Badung sekitar Rp50 miliar, proyek ini diharapkan menjadi langkah strategis menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan pariwisata unggulan di Kabupaten Badung. “Harapannya titik-titik banjir yang selama ini terjadi bisa teratasi dan seluruh aliran air terfokus ke sistem pompa yang ada di Dewi Sri. Kalau genangan kecil mungkin masih ada dalam kondisi tertentu, tetapi semoga banjir besar tidak terjadi lagi,” kata Gung Rama. (BC5)