balibercerita.com –
Kawasan Pantai Timbis yang terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, kini tengah bersiap melakukan transformasi besar. Mengalami lonjakan kunjungan wisatawan asing hingga 50 persen sepanjang tahun 2026, pantai berpasir putih yang eksotis tersebut mulai ditata secara terintegrasi oleh Desa Adat Kutuh dan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Pandawa demi meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta kualitas layanan bagi para wisatawan.
Salah satu langkah besar yang sedang disiapkan pengelola adalah penataan akses lalu lintas menuju pantai, serta mempercantik kawasan melalui pembersihan semak-semak serta penanaman pohon perindang. Pantai yang dikenal memiliki suasana lebih tenang dan privat dibandingkan destinasi lain di Bali Selatan ini dibuat senyaman dan seindah mungkin bagi wisatawan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan DTW Pantai Pandawa, I Wayan Duarta menjelaskan bahwa penataan akses ini menjadi prioritas mendesak menyusul meroketnya popularitas Pantai Timbis. Pihaknya sedang merancang sistem pembatasan kendaraan agar hanya sampai di titik tertentu guna menekan risiko kecelakaan sekaligus memberikan pengalaman berwisata yang lebih nyaman dan berkesan bagi pengunjung.
“Kendaraan nantinya tidak lagi diizinkan masuk hingga ke area bibir pantai. Wisatawan yang datang akan diarahkan untuk memarkir kendaraannya di kantong parkir yang telah disediakan, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan layanan shuttle bus atau berjalan kaki,” ucapnya.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi atas kerawanan lalu lintas di jalur utama menuju pantai. Saat ini, lorong akses yang diapit oleh tebing-tebing kapur tinggi nan eksotis telah menjadi spot foto favorit, terutama bagi wisatawan mancanegara. Banyaknya pengunjung yang nekat berhenti di tengah jalan demi mengabadikan momen dinilai sangat berisiko memicu kecelakaan karena kendaraan masih lalu lalang melintas di jalur yang sama.
Duarta mengakui bahwa keterbatasan fasilitas penunjang masih menjadi kendala di lapangan saat ini. Oleh karena itu, seiring dengan pengaturan lalu lintas, pihak pengelola juga akan segera melengkapi kawasan Pantai Timbis dengan berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari toilet, fasilitas shower, restoran, hingga sarana penunjang untuk aktivitas wisata bahari.
Mengingat Pantai Pandawa dan Pantai Timbis berada dalam satu kawasan yang dikelola secara terintegrasi, pengembangan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga sebagai strategi pasar agar pertumbuhan wisatawan tetap terkendali dan berkualitas.
Bendesa Adat Kutuh, Jro Mangku Nyoman Mesir mengungkapkan bahwa proses penataan di area pantai sebenarnya sudah mulai menyentuh Pantai Timbis sejak Mei 2026. Fokus penataan pada tahap awal ini memang masih terbatas pada pembersihan kawasan dan penghijauan. Pihak desa adat akan mengevaluasi hasil pengerjaan awal ini terlebih dahulu serta menampung masukan dari para wisatawan sebelum melangkah ke program penataan atau penambahan fasilitas berikutnya.
Meski proyek pengerjaan fisik sedang berjalan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2026 mendatang, Mesir memastikan bahwa kawasan Pantai Timbis tidak ditutup untuk umum. Aktivitas wisata dipastikan tetap berjalan normal seperti biasa karena area pantai yang sangat luas memungkinkan seluruh proses penataan dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung. “Melalui berbagai inovasi positif ini, kami berharap daya tarik Pantai Timbis semakin meningkat dan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan di masa depan,” harapnya. (BC5)















