Pameran di Tat Art Space, Fivust Usung Tema “Reflection”

Pameran
Fivust di depan karyanya yang dipamerkan di Tat Art Space. (ist)

Denpasar, balibercerita.com – 

Sebagai seorang visual artist, Fivust Rana Agriwastora mengembangkan gaya yang berbeda dengan membawa berbagai elemen melalui warna dan suasana hatinya dalam berkarya. Ia mengagumi spektrum kemungkinan dan fleksibilitas alternatif ego manusia dalam menciptakan karya. 

Melalui karyanya itu, Fivust mencoba memberikan penghormatan pada rutinitas yang biasa, membosankan dan biasa-biasa saja dengan memberinya bumbu, kesenangan, dan keceriaan sebagaimana kehidupan yang semestinya. 

Menggunakan berbagai warna, bentuk, garis dan ide gila dalam mengembangkan karakter dan gaya, Fivust berhasil membuat banyak mata berdecak kagum melalui banyak eksplorasi yang dibawanya saat acara di Tat Art Space. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 7 sampai 21 Oktober ini mengangkat tema “Reflection” yang memiliki makna perwujudan dan citra yang muncul dari dalam diri setelah mengakhiri suatu babak kehidupan seseorang.  

Baca Juga:   Tips Ringan Antisipasi Sepeda Motor Mati Saat Musim Hujan

Fivust mengungkapkan, tema ini dipilih berdasarkan persamaan dan perbedaan yang muncul dari jiwanya dalam menghadapi ketidakpastian pandemi saat ini. Dengan pameran ini, Fivust bermaksud menggelitik setiap penikmat seni untuk melirik urgensi dan melihat kembali ke cermin sembari menikmati perubahan besar dan kecil yang muncul selama masa pandemi dan pascapandemi. 

Baca Juga:   Sepak Terjang Dewata Rockers MG

Wacana tentang pandemi dan apa yang terjadi setelahnya tidak lepas dari kecemasan yang menjadi bayangan dari tiap individu akibat dari ketidakpastian pandemi itu sendiri. “Mulai dari tidak adanya tenggat waktu hingga pergeseran cara pandang dan emosi masyarakat yang mengalaminya, sering kali perubahan itu merasuk dalam alam bawah sadar seperti kecenderungan untuk mengubah kebersamaan menjadi kesendirian dan individualitas dalam menjalani hidup apa adanya,” tambahnya. 

Dari sudut pandang Fivust, pandemi juga berhasil mempengaruhi proses kreatifnya dalam berkarya. Keterpaksaan untuk menahan dan merefleksikan diri lebih jauh telah menghasilkan karya dengan cita rasa yang berbeda, lebih mendalam dan bergema tanpa dibatasi oleh fragmen waktu. 

Baca Juga:   Black Cherry Ingin Tetap Eksis dengan Genre Folk Rock

Selain menghadirkan karya dengan ide, teknik dan tampilan baru yang diciptakan sebagai respons visual terhadap identitas. Reflection juga memberikan kesempatan kepada penikmat seni yang hadir untuk merenungkan apa yang telah kita lalui dan bagaimana menghadapinya. “Diri kita saat ini adalah perayaan dari apa yang telah kita lalui sebagai seorang individu bagi kehidupan,” tambahnya. (BC10)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini