Puncak Dies Natalis VI UHN Sugriwa, Momentum Refleksi dan Selebrasi Capaian Akademik

0
0
UHN Sugriwa
Suasana Dies Natalis VI UHN IGN Sugriwa. (ist)

balibercerita.com –
Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa genap berusia enam tahun pada Senin (25/5). Perayaan momentum bersejarah ini berlangsung dengan sederhana namun khidmat di Auditorium Giri Prasta, Kampus Bangli.

​Mengusung tema “Satya Dharma Widya: Berkelanjutan untuk Membangun SDM Unggul Indonesia Emas 2045”, sidang senat terbuka ini dibuka Ketua Senat UHN Sugriwa, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. Pada kesempatan tersebut, Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, memaparkan laporan tahunan mengenai progres dan berbagai capaian strategis lembaga, khususnya setahun terakhir.

​”Dies natalis ini merupakan momen reflektif, apa yang sudah kita capai dan bisa digunakan untuk melakukan evaluasi merumuskan arah UHN I Gusti Bagus Sugriwa kedepan. Enam tahun bukanlah waktu yang panjang, namun UHN Sugriwa telah melahirkan insan-insan akademis yang berlandaskan dharma,” papar rektor dalam pidatonya.

​Dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, UHN Sugriwa mencatatkan peningkatan signifikan pada bidang pendidikan, baik dari aspek kuantitas mahasiswa maupun serapan lulusan di sektor strategis. Peningkatan mutu SDM juga terlihat dari banyaknya dosen dan pegawai yang meraih beasiswa studi lanjut di dalam dan luar negeri, bertambahnya jumlah guru besar, serta keberhasilan 12 program studi (prodi) dari total 25 prodi yang kini telah terakreditasi unggul.

Baca Juga:   Sekolah Alam Jati Nusantara Jadi Ruang Belajar Baru Generasi Muda Bali Tentang Lingkungan

​Pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, inovasi institusi ini menembus kancah internasional melalui kolaborasi riset dosen ke sejumlah negara seperti Jepang dan Thailand. Prestasi mahasiswa pun terus meningkat di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

​Dari sisi infrastruktur, UHN Sugriwa terus membenahi fasilitas penunjang akademik. Di antaranya pemanfaatan Auditorium Giri Prasta yang merupakan hibah Pemkab Badung serta pengembangan unit baru yakni Fakultas Sains dan Teknologi yang diresmikan oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., pada 23 Maret 2026 lalu. Saat ini, universitas juga tengah merintis pendirian Fakultas Kedokteran yang telah melewati proses visitasi oleh Kementerian Kesehatan pada awal tahun 2026. Selain itu, program strategis Asta Protas Kemenag, seperti Ekoteologi dan Kurikulum Cinta, terus diimplementasikan secara konsisten.

Baca Juga:   Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Resmikan Sekolah Lansia Werdha Santhi di Desa Batuan Kaler

​Menuju puncak perayaan, rektor menjelaskan bahwa seluruh unit kerja dan organisasi kemahasiswaan (orkemas) terlibat aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, termasuk gelaran UHN Festival, perlombaan internal-eksternal, serta jalan santai.

​Apresiasi tinggi disampaikan rektor kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah, mulai dari Presiden RI, Menteri Agama, MenPAN-RB, Mendiktisaintek, Menkes, Pemprov Bali, hingga pemerintah kabupaten/kota se-Bali, serta masyarakat yang senantiasa mendukung eksistensi kampus di Bangli dan Denpasar.

​Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kerja keras seluruh civitas akademika, terutama karena UHN Sugriwa menjadi penyumbang guru besar terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN). ​”Sesuai harapan Pak Rektor, harapan kita semua, kampus ini kelak menjadi universitas yang dibanggakan umat Hindu di seluruh dunia,” ungkapnya seraya mendorong penambahan guru besar baru demi kemajuan institusi.

​Sementara itu, Dr. AAGN Ari Dwipayana selaku penerima Sugriwa Award, memberikan sekapur sirih yang mengingatkan kembali pentingnya meneladani sosok I Gusti Bagus Sugriwa. Menurutnya, nilai keteladanan tersebut harus menjadi inspirasi dan motivasi dalam menghadapi tantangan zaman global demi menjaga eksistensi kampus ke depan.

Baca Juga:   Big Bad Wolf Bali 2026 Rayakan Satu Dekade di Indonesia, Hadir Lebih Besar dan Gaungkan Pelestarian Mangrove

​Rangkaian acara dies natalis VI juga dirangkaikan dengan pencanangan Zona Integritas (ZI) dan green campus, orasi ilmiah oleh Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D., serta penganugerahan Sugriwa Award kepada enam tokoh yang berjasa di bidangnya masing-masing.

Adapun penerima Sugriwa Award yakni Ida Ratu Sri Bhagawan Putra Nata Bangli Anom Pemayun (pelestari dan pengembangan agama, adat, dan budaya), Gusti Mangku Ageng Pura Samuan Tiga (pelestari budaya hindu dan dresta Bali), Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP(K), FIHA, FasCC (akademisi dan pengembangan pendidikan kedokteran), Dr. (H.C.) Drs. I Nyoman Nuarta (seniman dan budayawan), Dr. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, M.Si. (keaktifan dalam kepemimpinan nasional dan pemerhati kearifan lokal Bali), dan Ir. Ketut Kayana, M.S. (pelestari tradisi, adat, dan budaya Bali). (BC18)