Distribusi Air PDAM Tersendat, Warga Perumahan Raya Kampial Andalkan Pasokan Tangki Keliling

0
1
Air bersih Kampial
Warga antre untuk mendapatkan air bersih dari mobil tangki. (ist)

balibercerita.com –
Gangguan pasokan air bersih masih dirasakan warga di sejumlah kawasan Kuta Selatan, Badung, hingga Rabu (20/5). Kondisi ini terjadi setelah pipa transmisi milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau biasa PDAM Badung mengalami kebocoran di kawasan selatan Jalan Tol Bali Mandara, kawasan Nusa Dua.

Salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Perumahan Raya Kampial. Selama beberapa hari terakhir, warga di kawasan tersebut harus mengandalkan suplai air dari mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:   Begal Payudara Perempuan di Bawah Umur Diringkus Polisi 

Sejumlah warga membawa ember, jeriken, dan tandon kecil untuk menampung air bersih yang didistribusikan secara bergiliran. Tidak sedikit warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas rumah tangga akibat aliran air yang tidak stabil. Kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, memasak, hingga sanitasi menjadi terganggu.

Untuk membantu distribusi air tetap tertib, warga bersama aparat lingkungan membentuk relawan. Mereka membantu mengatur antrean sekaligus memastikan pembagian air dapat menjangkau seluruh rumah tangga.

Baca Juga:   Fokus Lindungi WNI, Indonesia dan Kamboja Perkuat Kerja Sama Atasi Perdagangan Orang

Salah seorang warga, Putu Arwata mengatakan, kondisi tersebut cukup merepotkan karena warga harus selalu siaga ketika mobil tangki datang. “Kami bergantian membantu distribusi supaya semua warga kebagian air. Harapannya perbaikan bisa cepat selesai dan distribusi kembali normal,” ujarnya.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Made Suarsa menjelaskan, kebocoran terjadi pada jalur pipa transmisi utama berdiameter 450 milimeter. Menurut dia, proses penanganan di lapangan cukup kompleks karena lokasi kerusakan sulit dijangkau alat berat.

Baca Juga:   Intensitas Hujan di Bali Meningkat

Petugas masih melakukan penggalian untuk mencapai titik kebocoran. Selain itu, pemasangan penahan tanah atau sheetpile juga dilakukan agar proses perbaikan berjalan aman. “Bantuan air bersih melalui mobil tangki sudah disalurkan sejak awal gangguan terjadi,” kata Suarsa.

Sebelumnya, pekerjaan perbaikan ditargetkan selesai pada Selasa (19/5). Namun hingga kini pengerjaan masih berlangsung sehingga distribusi air ke sejumlah wilayah di Kuta Selatan belum sepenuhnya normal. (BC13)