balibercerita.com –
Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-22 Baladika Bali berlangsung meriah dan sempat bergemuruh ketika I Nyoman Giri Prasta menyampaikan dukungannya terhadap Ketua Umum Baladika Bali, Bagus Alit Sucipta atau disapa Gus Bota, untuk menjadi Bupati Badung.
Seruan tersebut disampaikan di hadapan ribuan anggota dalam acara yang digelar di Wantilan Serbaguna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Selasa (5/5). Giri Prasta menyatakan keyakinannya bahwa harapan tersebut dapat terwujud berkat soliditas antara Baladika Bali dan Laskar Bali yang kini tergabung dalam aliansi Bali Angunggah Shanti.
Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh anggota untuk tetap bersatu dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan visi politik aliansi ke depan. Menurutnya, kekuatan basis akar rumput yang dimiliki organisasi saat ini menjadi modal penting dalam menentukan arah kepemimpinan daerah.
“Kami sampaikan kepada dewan pembina, suatu saat nanti dengan kekuatan kita dan tanpa mendahului Yang di Atas, astungkara perjuangan kita biar bisa menjadikan Gus Bota Bupati Badung,” tegas Giri Prasta yang menjabat sebagai Dewan Pengawas DPP Aliansi Angunggah Bali Shanti serta Dewan Pengawas DPD Pusat Baladika Bali.
Ia juga membangkitkan semangat para anggota dengan memberikan tantangan langsung agar target politik tersebut benar-benar diperjuangkan, bukan sekadar wacana. “Kalau memang itu target kita kawan-kawan seperjuangan, siap tidak? Berani apa tidak?” serunya, yang langsung dijawab dengan teriakan “Siap!” secara bersamaan oleh para hadirin.
Selain menyinggung aspek politik, Giri Prasta menekankan bahwa keberadaan Aliansi Bali Angunggah Shanti, Laskar Bali, dan Baladika Bali harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi perubahan arah organisasi yang kini lebih mengedepankan sisi kemanusiaan, salah satunya dibuktikan melalui penghargaan dari PMI Provinsi Bali atas kontribusi donor darah terbanyak di Bali.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga, serta menyoroti pentingnya peran krama Bali sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri. “Maka yang dikenang oleh kita semua itu adalah perilaku dan perbuatan. Wacana itu nomor dua. Contoh di desa ada yang jadi pecalang, ada yang di Laskar Bali, ada yang di Baladika, semua kita wadahi di aliansi ini. Kita harus mampu berkontribusi baik untuk masyarakat karena kita semua Nak Bali,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Baladika Bali, Bagus Alit Sucipta, saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan. (BC9)


















