balibercerita.com –
Pasar otomotif nasional pada 2025 menunjukkan pergeseran signifikan. Segmen SUV, khususnya medium SUV, justru mengalami peningkatan sekitar 2 persen dibandingkan 2024, di tengah penurunan pada segmen lainnya. Kenaikan ini turut didorong meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid yang dinilai lebih efisien.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom mengungkapkan bahwa tren elektrifikasi mulai menjadi perhatian utama konsumen. Bahkan, sejak dinamika global seperti penutupan Selat Hormuz, minat terhadap kendaraan Wuling meningkat karena masyarakat mulai mencari alternatif yang lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak.
“Memang ada peningkatan minat, meskipun saat ini konsumen masih dalam tahap awareness dan wait and see. Lonjakan yang bertanya EV kepada kami mulai terasa di awal konflik,” jelasnya.
Di tengah tren tersebut, Wuling menghadirkan Eksion, SUV yang dikembangkan dari masukan lebih dari 40 ribu pengguna sejak Wuling masuk Indonesia pada 2022. Kendaraan ini dirancang dengan tiga fokus utama yakni kenyamanan kabin, fitur keselamatan lengkap, dan efisiensi energi. Eksion diproduksi di pabrik Wuling di Cikarang dan dilengkapi garansi seumur hidup untuk komponen utama. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Wuling dalam memberikan nilai lebih kepada konsumen.
Dari sisi efisiensi, teknologi elektrifikasi menjadi keunggulan utama. Penggunaan energi listrik pada sistem plug-in EV dinilai lebih mengirit penggunaan bensin. Kondisi ini bahkan jauh lebih hemat jika EV dibandingkan bahan bakar bensin yang efisiensinya diklaim bisa meningkat lebih dari 40 persen.
Selain itu, Eksion juga menjawab kebutuhan SUV 7-seater yang kini semakin diminati masyarakat. Kabin luas dengan pendingin udara hingga baris ketiga, kursi fleksibel yang dapat dilipat, serta ruang bagasi lega membuatnya cocok untuk perjalanan jauh maupun kebutuhan keluarga. Fitur kamera 360 derajat dan sensor parkir turut menunjang kemudahan berkendara.
Untuk mendukung ekosistem EV, Wuling menyediakan fasilitas home charging 7 kW yang dipasang di rumah konsumen, serta perangkat charging portable 2,2 kW. Dealer juga dilengkapi fasilitas pengisian daya, sementara dukungan infrastruktur terus berkembang melalui langkah PLN dalam membangun SPKLU di berbagai wilayah.
Sementara itu, Regional Sales Manager Wuling Motor, Rheza Adidarma menilai Bali sebagai pasar potensial. Sepanjang kuartal pertama 2025, penjualan hampir mencapai 150 unit, dengan dominasi segmen SUV, khususnya model elektrifikasi seperti Alvez dan Air ev. “Sebanyak 56 persen penjualan didominasi model tersebut. Eksion ditargetkan bisa menyamai bahkan melampaui capaian itu,” ujarnya.
Menurutnya, karakteristik Bali yang kaya destinasi wisata alam membuat Eksion relevan untuk konsumen lokal. Fitur dynamic sunroof memberikan pengalaman berkendara lebih maksimal, sementara handling tetap mudah meski kendaraan berukuran besar.
Dari sisi kebijakan, Wuling menyatakan akan mengikuti regulasi pemerintah terkait kendaraan listrik, termasuk skema pajak yang berbeda di tiap daerah. Perusahaan juga mengapresiasi rencana insentif dan subsidi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pasar EV ke depan.
Dengan tren SUV yang terus naik dan pergeseran ke kendaraan listrik, kehadiran Wuling Eksion menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan pasar akan kendaraan yang efisien, nyaman, dan sesuai dengan perkembangan zaman. (BC5)

















