balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung menaruh perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di kawasan pariwisata Kuta Selatan. Tiga ruas jalan strategis yang selama ini menjadi akses utama wisatawan dan tamu negara diprioritaskan untuk penanganan pada tahun 2026 hingga 2027.
Tiga ruas jalan tersebut yakni jalur dari Jalan Siligita menuju kawasan The Apurva Kempinski Bali di kawasan Nusa Dua Selatan, ruas jalan dari Kantor Desa Pecatu menuju kawasan Pantai Labuan Sait, serta jalur dari Simpang Nirmala hingga Pantai Balangan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan perbaikan jalan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa setelah melihat kondisi sejumlah ruas jalan yang mulai mengalami kerusakan. Menurutnya, saat ini tim cepat tanggap (TRC) pemeliharaan jalan telah diterjunkan untuk melakukan penanganan awal di beberapa titik kerusakan seperti jalan retak, berlubang, hingga bergelombang.
“TRC sudah kami instruksikan untuk menangani beberapa ruas jalan. Pertama dari Jalan Siligita menuju Kempinski, kedua dari Kantor Desa Pecatu sampai Labuan Sait, dan ketiga dari Simpang Nirmala hingga Jalan Pantai Balangan,” jelasnya.
Penanganan sementara dilakukan melalui kegiatan pemeliharaan seperti penambalan lubang dan perbaikan kerusakan ringan agar jalan tetap aman dilalui masyarakat maupun wisatawan. Teddy menjelaskan jalur-jalur tersebut merupakan kawasan pariwisata yang sangat strategis di wilayah Kuta Selatan sehingga kondisi infrastrukturnya harus selalu terjaga dengan baik.
Terlebih lagi, kawasan Nusa Dua Selatan kerap menjadi tempat menginap maupun jalur yang dilalui pejabat negara maupun tamu penting saat berkunjung ke Bali. “Karena jalur tersebut merupakan daerah pariwisata dan menjadi wajah emas di Nusa Dua Selatan. Banyak pejabat negara yang menginap atau melintas di sana, sehingga kita harus memberikan kenyamanan pelayanan infrastruktur bagi semua,” ujarnya.
Untuk penanganan lebih besar, pemerintah telah merencanakan peningkatan jalan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027.
Ruas jalan dari Kantor Desa Pecatu menuju Labuan Sait direncanakan menjadi prioritas penanganan pada tahun 2026. Sementara peningkatan jalan dari kawasan Peminge menuju Kempinski serta jalur dari Simpang Nirmala menuju Pantai Balangan akan diprioritaskan pada tahun 2027.
Selain perbaikan badan jalan, penanganan juga akan mencakup bangunan pelengkap seperti trotoar dan sistem drainase untuk mencegah kerusakan jalan akibat genangan air. Teddy mengungkapkan, salah satu titik yang membutuhkan perhatian serius berada di kawasan simpang Nirmala karena hingga saat ini belum memiliki sistem drainase yang memadai. “Di simpang Nirmala memang belum ada jalur drainase. Itu nanti akan kita buatkan karena air sering menggerus badan jalan,” jelasnya.
Namun di lapangan, pembangunan drainase kerap menghadapi kendala karena sebagian bangunan masyarakat berdiri terlalu dekat dengan badan jalan sehingga ruang untuk pembangunan saluran air menjadi terbatas. Meski demikian, Pemkab Badung tetap berkomitmen menuntaskan penanganan infrastruktur di kawasan tersebut agar akses menuju destinasi wisata di Kuta Selatan semakin nyaman dan aman dilalui.
Saat ini proses penanganan masih dalam tahap pengadaan barang dan jasa sebelum pekerjaan fisik dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan. “Instruksi Bupati jelas, penanganan harus segera dilakukan agar kondisi jalan di kawasan pariwisata ini tetap layak dilalui masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya. (BC5)


















