balibercerita.com –
Aksi pencurian meteran air PDAM di wilayah Kuta Selatan kian meresahkan. Setelah sebelumnya terjadi di Jimbaran dan Kutuh, kasus serupa kini merambah Desa Adat Pecatu. Tidak hanya menyasar rumah warga, pencurian bahkan menyentuh kawasan pura, termasuk Pura Beji dan Pura Puseh. Sedikitnya tujuh unit meteran air dilaporkan hilang hanya dalam satu malam.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, kejadian tersebut baru diketahui pada Minggu (18/1) pagi. Sehari sebelumnya, meteran air di kawasan Pura Beji masih terlihat utuh. “Malamnya masih ada, tapi pagi harinya sudah hilang. Sekarang pencurian meteran air di Pecatu memang lagi marak sekali,” ujarnya belum lama ini.
Dari tujuh meteran yang raib, tiga unit diketahui terpasang di kawasan Pura Beji. Sementara sisanya berada di sekitar Pura Puseh dan merupakan meteran milik warga yang dipasang di area sekitar pura. Seluruh meteran tersebut berada di luar bangunan utama pura.
“Posisinya memang di luar pura, di bagian pondasi. Itu supaya petugas PDAM mudah mengecek, karena kalau di dalam pura kan tidak bisa sembarangan masuk,” jelas Sumerta.
Desa adat telah melaporkan kehilangan meteran air ke PDAM dengan menyertakan alamat lokasi terdampak dan berharap adanya respons cepat serta solusi jangka panjang. Maraknya pencurian meteran air ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Selain merugikan warga, aksi tersebut juga mengganggu fasilitas umum dan kesucian kawasan pura. Desa Adat Pecatu berharap PDAM dapat menyiapkan pengamanan tambahan, seperti penutup khusus yang dapat digembok atau desain meteran yang tidak mudah dicuri.
Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama terkait maraknya pencurian meteran air di wilayahnya. Pemerintah kecamatan bahkan berencana menggelar rapat koordinasi lintas sektor dalam waktu dekat.
Berdasarkan informasi dari PDAM, jumlah meteran air yang rusak atau hilang di wilayah Kuta Selatan disebut telah mencapai puluhan unit. Oleh karena itu, pihak kecamatan akan mengundang berbagai unsur terkait, mulai dari tokoh masyarakat hingga aparat keamanan, untuk duduk bersama mencari solusi. Masyarakat juga diimbau lebih waspada, mengingat water meter umumnya terpasang di luar pekarangan, serta diminta segera melapor secara resmi apabila mengalami kehilangan.
Sebelumnya, laporan kehilangan juga datang dari Banjar Ubung, Kelurahan Jimbaran. Kelian Banjar Ubung, I Made Subagiada, mengungkapkan dua unit water meter milik warganya ditemukan hilang pada Minggu (4/1). Ia menduga kuat kejadian tersebut merupakan aksi pencurian dan berharap pelaku segera ditangkap, mengingat kasus serupa juga muncul di wilayah lain. (BC5)

















