
balibercerita.com –
Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar Rapat Senat Terbuka dengan agenda Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor di Aula Taman Asoka, Kampus UNHI Denpasar, Sabtu (23/5). Acara wisuda kali ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan hari suci Tumpek Wariga (Saniscara Kliwon Wariga).
Pada periode ini, UNHI melepas 322 orang wisudawan yang terdiri dari program sarjana (S1) sebanyak 283 orang, program magister (S2) sebanyak 27 orang, dan program doktor (S3) sebanyak 12 orang. Secara terperinci, lulusan S1 berasal dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (205 orang), Fakultas Teknik, Perencanaan dan Informatika (12 orang), Fakultas Pendidikan (38 orang), Fakultas Kesehatan dan Sains (13 orang), Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya (4 orang), serta Fakultas Hukum (11 orang).
Untuk program Pascasarjana, S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan meluluskan 8 orang, S2 Pendidikan Agama Hindu 13 orang, dan S2 Manajemen 6 orang. Sementara, program Doktor (S3) meluluskan 9 orang dari Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan, serta 3 orang dari Prodi Pendidikan Agama Hindu.
Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. mengungkapkan bahwa momentum wisuda kali ini membawa semangat ekologi yang mendalam bagi seluruh civitas akademika, sekaligus menandai masa bakti baru kepengurusan senat. “Hari ini, tepat Saniscara Kliwon Wariga. Sungguh bersejarah, karena ini rapat senat terbuka pertama pidato saya sebagai rektor pada acara wisuda, sekaligus juga memperkenalkan ketua senat baru Universitas Hindu Indonesia masa bakti 2026-2030,” ujar Cokorda Gde Bayu Putra saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menambahkan, pemilihan hari Tumpek Wariga ini diharapkan mampu memberikan filosofi pertumbuhan yang kuat bagi para lulusan dalam menghadapi masa depan. “Mengapa dipilih Saniscara Kliwon Wariga? Karena memang ini periode Mei wisuda kami, yang kebetulan disemangati memelihara ekologi. Mudah-mudahan mahasiswa, wisudawan-wisudawati bisa tumbuh dan berakar kuat juga di dalam mengembang ilmu pengetahuan, termasuk juga mengarungi perkembangan zaman ke depan,” imbuhnya.
Ia menegaskan, sebagai sarjana, ujian aslinya adalah saat lulusan mengabdi di masyarakat melalui proses nandurin karang awak (menanami ladang diri) untuk kemudian meguna dusun (membumikan pengetahuan). Ia meyakini lulusan UNHI tidak hanya cerdas secara intelektual (pradnyan), tetapi juga memiliki karakter moral dan spiritual yang unggul (purus utama).
Ia juga memaknai wisuda ini sebagai bagian dari spatika jnana pratista, yaitu mandala pemuliaan permata pengetahuan untuk memastikan kristal ilmu pengetahuan telah terpasang di dalam batin para lulusan.
Menjelang usianya yang ke-63 pada Oktober mendatang, UNHI mencatatkan rekam jejak serapan lulusan yang sangat baik. Berdasarkan data pemantauan, sebanyak 82% lulusan telah mendapatkan pekerjaan, 8% berwirausaha, 2% melanjutkan studi, dan 8% sedang proses mencari kerja. Waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan berada di bawah 6 bulan, yang masuk dalam kategori standar ideal nasional.
“Masa tunggu sesuai data tracer study kami di bawah 6 bulan. Dan ini merupakan indikator IAPT (Instrumen Akreditasi Program Studi) yang menurut saya ya cukup ideal juga, kita pertahankan trennya ke depan,” tuturnya.
Menjelang tahun akademik baru, UNHI Denpasar juga membawa kabar baik bagi masyarakat dengan siap dibukanya program studi (prodi) baru yaitu Magister Hukum (S2). Surat keputusan (SK) pendirian prodi tersebut akan segera diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII. Selain itu, Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia di bawah Fakultas Kesehatan dan Sains juga baru saja meraih akreditasi unggul.
“Satu yang nanti akan diserahkan Pak Kepala Lembaga LLDikti Wilayah VIII itu kan pendirian magister hukum, yang SK-nya sudah terbit dan segera kita bisa promosikan. Dan memang pendaftar juga sudah mulai satu dua berdatangan, dan kami mohon dukungan masyarakat untuk mempercayakan putra-putri terbaiknya bersekolah dan berkuliah di UNHI,” terangnya.
Di tempat yang sama, Ketua Senat UNHI Denpasar, Prof. Dr. Ir. IB. Yudha Triguna, M.S. menyatakan komitmen senat selaku mitra rektor untuk terus mendorong kinerja jajaran rektorat agar tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat.
“Sebagai mitra rektor, tentu kami berusaha memberi motivasi kepada rektor dan seluruh jajarannya, pembantu-pembantunya, untuk senantiasa bekerja dengan motivasi tinggi dengan koridor aturan-aturan yang jelas. Karena dengan demikian, niscaya masyarakat ya kita harapkan semakin percaya kepada lembaga ini, semakin terbuka untuk menyekolahkan putra-putri mereka di kampus yang terbaik untuk kampus perguruan tinggi agama Hindu ini,” ungkapnya.
Menjawab tantangan kemajuan teknologi saat ini, IB Yudha Triguna menekankan bahwa UNHI akan tetap mempertahankan karakteristik khasnya sebagai perguruan tinggi bernuansa Hindu, tanpa menutup mata terhadap tuntutan modernisasi global. “Saya kira Pak Rektor dengan jajarannya sudah memikirkan bahwa ada prodi klasik yang harus dipertahankan, tidak boleh hilang sebagai penciri dari lembaga pendidikan agama Hindu. Tetapi juga lembaga ini tidak boleh tertinggal dari kebutuhan-kebutuhan aktual dari prodi yang harus dikembangkan,” pungkasnya.
Adapun wisudawan terbaik dari program sarjana diraih oleh Ida Ayu Made Grace Widya Cahyani, S.Pd. (Prodi Pendidikan Agama Hindu, IPK 3,99 dengan predikat cum laude. Wisudawan terbaik untuk Program Magister diraih I Gede Putra Sudiana, M.Sos. (Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan, IPK 3,99 dengan predikat cum laude. Sementara, wisudawan terbaik untuk Program Doktor diraih Dr. Ir. Suben Thiren, M.Sos. (Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan, IPK 3,98 dengan predikat cum laude.
Dalam kesempatan tersebut, UNHI juga memberikan apresiasi khusus kepada wisudawan tertua dan termuda di masing-masing jenjang pendidikan. (BC18)
















