Labuan Bajo, balibercerita.com –
Para pelaku UMKM perempuan dari Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, menampilkan semangat dan potensi luar biasa dalam Showcase UMKM Perempuan Golo Mori pada Senin (4/8). Ajang ini menjadi puncak dari Program Glorious Golo Mori, sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang telah berlangsung selama dua minggu sejak 21 Juli 2025.
Diselenggarakan di Golo Mori Convention Center (GMCC), kegiatan ini memperlihatkan hasil kerja keras perempuan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan keterampilan wirausaha, mulai dari produksi hingga pemasaran. Produk-produk hasil pelatihan mereka dipamerkan melalui sesi pitching dan booth, mencerminkan kreativitas dan ketangguhan di tengah keterbatasan sumber daya.
“Kami bangga bisa berdiri di sini dan menunjukkan hasil karya kami sendiri. Ini bukan hanya soal produk, tapi juga tentang keberanian perempuan desa untuk mandiri secara ekonomi,” ujar salah satu peserta showcase, Maria.
Program Glorious Golo Mori merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang digagas oleh Insan Bumi Mandiri, didukung oleh Maybank Foundation dan ASEAN Foundation melalui program Empowering Youths Across ASEAN (eYAA). Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan intensif, program ini menyasar perempuan dan kelompok nelayan yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap pengembangan usaha.
Showcase ini mempertemukan para peserta dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk relawan muda dari 10 negara ASEAN, mitra strategis, dan pemerintah daerah. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Maybank Foundation, ASEAN Foundation, Dinas Koperasi dan UKM Manggarai Barat, serta tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
Sebagai kawasan pariwisata terpadu, The Golo Mori melalui GMCC memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Tidak hanya sebagai venue acara, GMCC juga berkomitmen menjadi ruang terbuka untuk inisiatif pemberdayaan serupa di masa depan. “Kami ingin GMCC menjadi ruang inklusif yang mendukung perempuan dan komunitas lokal untuk terus tumbuh dan berinovasi,” ungkap Aji Munarwiyanto, General Manager The Golo Mori.
Showcase ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan desa bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga langkah strategis untuk mendorong ekonomi lokal. Ketika diberikan akses, pelatihan, dan jejaring, perempuan mampu menjadi motor penggerak perubahan di komunitasnya.
Dengan sinergi antara masyarakat, sektor swasta, dan mitra internasional, program Glorious Golo Mori membawa harapan baru bagi desa-desa penyangga kawasan pariwisata, menjadikan perempuan sebagai pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan. (BC5)
















