balibercerita.com –
Tren wisata belanja (shopping tourism) kian menguat seiring perubahan pola perjalanan wisatawan yang tidak lagi hanya berfokus pada destinasi alam dan budaya. Di Bali, pusat perbelanjaan modern mulai diposisikan sebagai bagian dari pengalaman liburan, sekaligus penopang aktivitas wisatawan selama berada di Pulau Dewata.
Berkaca dari hal itu, keberadaan mall di Bali mulai diharapkan menjadi destinasi wisata belanja, sehingga memperkuat arus wisatawan ke Bali. General Manager Beachwalk Shopping Center, Gita Sunarwulan mengatakan, wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman yang lengkap dalam satu kawasan, mulai dari hiburan, kuliner, hingga belanja. Kondisi tersebut mendorong pusat perbelanjaan untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata gaya hidup.
“Wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya ingin menikmati pantai atau budaya, tetapi juga mencari pengalaman belanja yang nyaman dan terintegrasi. Tren ini terus berkembang, terutama di kalangan wisatawan mancanegara,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Gita, penguatan wisata belanja juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali. Dengan menyediakan beragam program dan aktivitas di pusat perbelanjaan, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan di luar agenda wisata utama mereka.
Gagasan menjadikan pusat perbelanjaan sebagai bagian dari destinasi wisata telah disampaikan kepada Wakil Menteri Pariwisata dan mendapatkan respons positif. Wisata belanja dinilai mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja wisatawan selama berada di Bali.
Berdasarkan data Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan hal tersebut, aktivitas di pusat perbelanjaan juga ikut terdampak positif.
Di Beachwalk Shopping Center, tren wisata belanja tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan dan transaksi. Pada periode low season, rata-rata kunjungan meningkat sekitar 20 persen, sementara pada high season pertumbuhannya lebih signifikan. “Secara year on year, kunjungan dan transaksi terus bertumbuh sejak masa pemulihan pascapandemi Covid-19,” jelas Gita.
Ke depan, penguatan wisata belanja diharapkan mampu melengkapi daya tarik pariwisata Bali, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah melalui sektor ritel dan jasa pendukung lainnya. (BC5)
















