Tanjakan Goa Gong Rawan Kecelakaan, Warga Jimbaran Inisiasi Jalan Alternatif

0
300
Goa Gong
Rapat koordinasi pemetaan jalan alternatif Goa Gong. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di tanjakan Goa Gong, Jimbaran, Kabupaten Badung, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Insiden seperti kendaraan gagal menanjak dan tumpahan material yang membahayakan pengguna jalan masih kerap terjadi, padahal sudah ada larangan untuk kendaraan berat melintas di jalan tersebut.

Tidak tinggal diam, sejumlah elemen masyarakat Jimbaran berinisiatif untuk mendorong pembangunan jalan alternatif di sisi timur Pura Goa Gong. Jalan ini pernah diwacanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung sebagai solusi permanen untuk mengurangi risiko kecelakaan di tanjakan tersebut.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di kantor Camat Kuta Selatan baru-baru ini, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah turut hadir untuk membahas langkah konkret yang akan ditempuh demi memuluskan pengadaan jalan alternatif ini.

Kepala Lingkungan Anggaswara Jimbaran, Wayan Sudina menyampaikan harapan besar masyarakat agar jalan alternatif segera direalisasikan. Selama ini tanjakan Jalan Goa Gong sudah banyak memakan korban. Dari harapan ini, muncul tim dari masyarakat yang akan membantu proses pendekatan kepada pemilik lahan yang akan dijadikan jalan agar jalan dimaksud dapat terealisasi.

Baca Juga:   Temu Usaha Badung Dorong Integrasi Pertanian Lokal ke Rantai Pasok Pariwisata

“Jadi, jalan alternatif ini ada di sisi kiri pura. Dari informasi yang kami peroleh, pemilik tanah yang akan dipakai jalan siap mendukung jika ada kompensasi,” ucapnya.

Jarak jalan alternatif nantinya sekitar 700 meter dengan melintasi beberapa lahan milik warga. Sebagian besar pemilik tanah telah menyatakan dukungan, namun ada satu pemilik yang saat ini berada di Australia. Tim dari warga yang menggali informasi dan terus melakukan pendekatan kepada para pemilik tanah. Tim di lapangan juga akan menjalin komunikasi langsung dengan Bupati Badung untuk percepatan realisasi jalan tersebut.

Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta mengungkapkan bahwa jalan alternatif di sisi timur pura dinilai memungkinkan dari segi teknis dan tidak mengganggu kesucian area pura. Hal itu sudah dilakukan dengan pengecekan lapangan maupun dengan aplikasi Google Earth.

Baca Juga:   Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin Segera Tuntas

Jika jalan ini dibuka dari sisi timur tentu juga tidak akan mengganggu areal pura karena ada goa yang disucikan. Apabila jalan alternatif ini bisa dijadikan satu arah, maka akan sangat mengurangi risiko terjadinya insiden di tanjakan Goa Gong.

“Selama ini di tanjakan Goa Gong sering terjadi kecelakaan akibat gagal menanjak, kapasitas angkut yang berlebihan, ceceran material. Jalan alternatif ini salah satu hal yang kita dorong. Jaraknya tidak terlalu panjang, semoga bisa direalisasikan,” ujarnya.

Para pemilik tanah diakuinya telah hadir dan mengapresiasi rencana ini karena jalan ini juga akan bermanfaat bagi mereka. Walaupun dirasa sangat memungkinkan direalisasikan, namun hal itu tetap memerlukan kajian teknis dari Dinas PUPR. Terlebih jalan ini akan berada di atas sungai yang tentunya bersinggungan dengan BWS Wilayah Bali Penida.

Baca Juga:   Meningkat, Minat Masyarakat Miliki Aset Digital

Jalan alternatif ini sangat diperlukan, mengingat volume kendaraan yang cukup tinggi di Kuta Selatan. Hal ini dipengaruhi juga oleh banyaknya perumahan sehingga akses layanan publik sangat diperlukan untuk mengurangi beban jalan yang ada saat ini. Apalagi wilayah Kuta Selatan merupakan kawasan wisata, sehingga aspek keselamatan dan kenyamanan lalu lintas sangat penting demi menjaga citra pariwisata di mata internasional.

Hasil dari pertemuan tersebut akan segera disampaikan kepada Dinas PUPR Kabupaten Badung agar segera dilakukan kajian teknis serta masuk ke dalam perencanaan pembangunan. Jalan ini sudah beberapa kali diusulkan melalui musrenbang, namun terkendala oleh verifikasi teknis dan identifikasi pemilik lahan.

Kini, dengan adanya dukungan masyarakat dan keterbukaan para pemilik lahan, besar harapan agar proyek ini dapat segera berjalan. Masyarakat pun terus bergerak aktif dalam mengawal dan menyosialisasikan rencana ini demi keselamatan bersama. “Semoga ini terealisasi,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini