Sejarah dan Asal-usul Nama Lumajang

0
1362

Arya Wiraraja dinobatkan sebagai raja Kerajaan Lamajang Tigang Juru pada hari Kamis Legi, Wuku Landep, tanggal 25 bulan Bhadrapada (bulan Karo) tahun 1216 Saka yang bertepatan dengan tanggal 26 Agustus 1294 Masehi. Nama gelar Arya Wiraraja sendiri, Arya adalah orang pembesar atau bangsawan, sedangkan Wira adalah pemberani dan Raja adalah pemimpin. Jadi, Arya Wiraraja berarti adalah seorang pembesar dan pemimpin yang berani.

Kerajaan Lamajang Tigang Juru dikelilingi oleh benteng pertahanan dengan tebal 6 meter, tinggi 10 meter dan panjang 10 km. Kawasan Situs Biting memiliki luas 135 ha yang mencakup 6 blok/area merupakan blok keraton seluas 76,5 ha, blok Jeding 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, dan blok Duren 12,8 ha. Dalam Babad Negara Kertagama, kawasan ini disebut Arnon dan dalam perkembangan pada abad ke-17 disebut Renong dan dewasa ini masuk dalam desa Kutorenon yang dalam cerita rakyat identik dengan “Ketonon” atau terbakar. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri kemudian menurunkan raja-raja di Kerajaan Patukangan atau Panarukan dan Blambangan seperti Prabu Tawang Alun. 

Baca Juga:   Cerita Pemisahan Jawa-Bali di Balik Riwayat Pura Segara Rupek

Setelah Arya Wiraraja meninggal, perselisihan mulai terjadi. Gesekan awal Majapahit dan Lamajang Tigang Juru terjadi saat Benteng Arnon diserang mendadak atas perintah Raja Jayanegara. Selanjutnya, Kerajaan Lamajang Tigang Juru Runtuh karena kesalahpahaman dengan Majapahit. Jatuhnya Lamajang ini kemudian membuat kota-kota pelabuhannya seperti Sadeng dan Patukangan melakukan perlawanan yang kemudian dikenal sebagai “Pasadeng” atau Perang Sadeng dan Ketha pada tahun 1331 Masehi. 

Baca Juga:   Tradisi Mekotek di Munggu Kembali Digelar, Masyarakat Kini Dilarang Menaiki Kayu Pulet

Sisa-sisa reruntuhan Benteng Arnon atau Benteng Kutorenon yang dibangun oleh Arya Wiraraja ditemukan di Lumajang dan dikenal dengan sebutan Situs Biting. Nama Biting sendiri merujuk pada kosakata Madura bernama “benteng” karena daerah ini memang dikelilingi oleh benteng yang kokoh.

Baca Juga:   Pura Beji Sangsit, Bukti Kecerdasan Leluhur Orang Bali

Ketika Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling daerah Lamajang pada tahun 1359 Masehi, ia tidak berani singgah di bekas ibu kota Arnon. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini