balibercerita.com –
Program subsidi kredit bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Pemkab Jembrana dinilai mampu meringankan biaya keberangkatan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Program tersebut dimanfaatkan oleh ratusan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan calon peserta pemagangan luar negeri (CPPLN) asal Jembrana.
Seperti pada Selasa (28/4), sebanyak 456 CPMI dan CPPLN dari 17 lembaga pelatihan kerja (LPK) resmi dilepas oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana. Para peserta akan bekerja di sejumlah negara tujuan di kawasan Amerika, Eropa, dan Uni Emirat Arab, dengan penempatan pada sektor hospitality, program bahasa Jepang, dan spa terapis.
Bupati Kembang Hartawan menyampaikan bahwa program subsidi kredit PMI dirancang untuk membantu masyarakat agar tidak mengalami kesulitan biaya saat akan bekerja ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan keberangkatan tenaga kerja dilakukan secara aman, resmi, dan tanpa beban pinjaman berbunga tinggi.
Lebih lanjut, pemerintah daerah disebut masih akan terus menyempurnakan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jembrana, bahkan berpotensi diterapkan di daerah lain di Bali. Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi virtual dengan PMI yang telah bekerja di luar negeri melalui program tersebut dan memperoleh hasil positif.
Menurutnya, peluang kerja di luar negeri masih terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kemauan belajar. Ia mengimbau para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik serta menjaga nama baik daerah selama bekerja di luar negeri melalui sikap disiplin, etika, dan tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi, pelatihan keterampilan, serta pembekalan bahasa sesuai dengan negara tujuan masing-masing. Program subsidi kredit PMI mendapat respons positif dari peserta karena dinilai mampu membantu meringankan kebutuhan biaya administrasi dan persiapan keberangkatan. (BC13)















