Mangupura, balibercerita.com –
Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung mengakui mengalami sejumlah kendala dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Salah satu kendala yang cukup krusial adalah menurunnya debit air sumber air baku perumda.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa, di Legian, Jumat (23/2), mengatakan, kebutuhan air bersih tentu terus meningkat seiring pertumbuhan pembangunan. Di sisi lain, debit air di sejumlah sumber air yang dimanfaatkan oleh perumda mengalami penurunan.
Penurunan debit air terutama terjadi di wilayah Badung Utara seperti di sumber air di Sulangai atas. Kini debitnya hanya 1,45 liter per detik, padahal sebelumnya mencapai 4 liter per detik. Hal sama juga terjadi sumber air di Tanah Wuk, yang berkurang dari 28 liter per detik, menjadi 19 liter per detik.
Guna menyikapi persoalan ini, pihaknya melakukan sejumlah upaya seperti membuat sumur permanen air hujan yang ditargetkan bisa berkelanjutan. Saat ini, sumur tersebut telah tersedia sebanyak dua unit di Puspem Badung. Sumur ini berfungsi sebagai resapan air. Termasuk juga untuk menekan intrusi jika sumur dibuat di kawasan hilir.
Program rutin lainnya yakni penghijauan. Pihaknya juga sangat mengharapkan bendungan Sidan segera terealisasi. Jika bendungan ini terwujud, maka Kabupaten Badung akan mendapatkan jatah air 550 liter per detik. Sumber air ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Badung Utara. (BC13)

















