Mangupura, balibercerita.com –
Sebagai bandara yang menghubungkan destinasi wisata, Bandara Ngurah Rai dikenal menjadi bandara tersibuk kedua setelah Bandara Soekarno Hatta. Jumlah penerbangan yang beroperasi sebelumnya didominasi oleh penerbangan internasional. Namun saat ini, kondisi justru berbanding terbalik, penerbangan domestik masih mendominasi jumlah penerbangan di bandara kebanggaan Pulau Dewata ini.
Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Taufan Yudhistira tidak memungkiri bahwa saat ini mayoritas pergerakan penumpang dan penerbangan masih didominasi rute domestik. Dari catatan PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, total pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai tembus 605.025 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 575.346 penumpang disumbang oleh penerbangan domestik, sedangkan pergerakan penumpang rute internasional baru mencapai 29.679 penumpang.
Kendati demikian, pihaknya mengaku sangat bersyukur karena pergerakan rute internasional mulai menunjukan peningkatan secara bertahap. Hal itu tentunya membuat total pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai juga mengalami peningkatan signifikan sepanjang Maret 2022. Hal itu jauh berbeda dengan pergerakan penumpang pada bulan Februari 2022 lalu sebesar 388 ribu orang, maupun pada bulan Januari 2022 yang hanya 589 ribu orang penumpang.
Kondisi itu berbanding lurus dengan pergerakan pesawat udara yang mencapai 4.779 pesawat dari penerbangan internasional maupun domestik. Untuk pergerakan rute domestik tercatat 4.515 pesawat dan rute internasional sebanyak 258 pesawat. “Ada sebanyak 284.178 orang yang tiba dan 291.168 orang yang berangkat, itu untuk rute penerbangan domestik. Untuk rute internasional 18.569 orang yang tiba dan 11.110 yang berangkat,” ucapnya.
Dipaparkannya, kedatangan penumpang rute domestik tertinggi pada bulan Maret terjadi pada rentang tanggal 16 hingga 28, yaitu sebanyak 10 ribuan penumpang. Sedangkan keberangkatan tertinggi terjadi pada 20 hingga 31 Maret sebanyak 13 ribuan penumpang. Untuk pergerakan penumpang rute penerbangan internasional, tertinggi terjadi pada tanggal 28 sampai 31 Maret yaitu 1.300 orang penumpang.
Sedangkan keberangkatan tertinggi terjadi pada tanggal 23 hingga 31 Maret dengan rata-rata 500 sampai 900-an penumpang. Dengan adanya peningkatan itu, Taufan berharap ke depannya pergerakan penumpang bisa semakin meningkat, khususnya untuk rute internasional. (BC5)
















