Pemkot Denpasar Siapkan Penataan Besar Kawasan 0 Kilometer Mulai 2026

0
126
Penataan, Denpasar
Kawasan Lapangan Puputan Badung, Denpasar. (BC13)

balibercerita.com –
Mulai tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar berencana melakukan penataan menyeluruh di kawasan pusat kota. Program ini akan difokuskan pada area titik 0 km Denpasar yang mencakup revitalisasi taman kota, pembenahan trotoar atau pedestrian, hingga peningkatan lampu penerangan. Langkah tersebut bertujuan memperkuat kualitas tata ruang sekaligus mempercantik wajah kota.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, sejumlah ruas jalan seperti Gajah Mada, Thamrin, Hasanudin, Sulawesi, dan Sumatera akan menjadi fokus penataan. Pembenahan meliputi taman kota, trotoar, serta sistem pencahayaan.

Baca Juga:   BRI Bantu Pengembangan Urban Farming di Padangsambian Klod 

Rencananya, trotoar bakal menggunakan batu andesit, sementara penggunaan bahan untuk badan jalan, apakah tetap aspal atau beralih ke paving, masih dalam tahap kajian. “Arahan Bapak Wali Kota, pascabanjir ini menjadi momentum untuk kita mulai penataan menyeluruh di kawasan 0 kilometer pada tahun 2026,” ujar Arya Wibawa.

Dengan penataan ini, wajah utama Kota Denpasar diharapkan tampil lebih rapi, nyaman, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Bahkan, sebelum penataan fisik dilakukan, Wali Kota Denpasar akan mengagendakan pertemuan dengan para pemilik toko di kawasan Jalan Gajah Mada. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi sekaligus mendorong transformasi bisnis agar ekosistem ekonomi di kawasan tersebut semakin hidup.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 Meningkat, PTM Dihentikan Sementara

“Kami berharap melalui komunikasi langsung dengan para pemilik toko, transformasi bisnis di Gajah Mada dapat berjalan dan menghidupkan kembali ekosistem ekonominya,” paparnya.

Dalam penyusunan konsep penataan, Arya Wibawa juga menyerap sejumlah masukan dari masyarakat. Salah satu usulan yaitu menjadikan Jalan Gajah Mada sebagai kawasan street food. Namun menurutnya, hal itu sulit terealisasi mengingat status jalan tersebut yang sangat vital.

Baca Juga:   Garuda Indonesia Raih Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Sebagai alternatif, Pemkot Denpasar kini mengkaji opsi mengembangkan Jalan Sulawesi sebagai pusat kuliner UMKM. Kawasan ini dinilai lebih kondusif untuk dikembangkan menjadi sentra street food sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi pada malam hari. “Jalan Sulawesi lebih memungkinkan karena lebih lengang dan aman sehingga bisa menjadi pusat kuliner UMKM sekaligus menghidupkan kota di malam hari,” paparnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini