Untuk mencapai pura tersebut, para pamedek harus berjalan kaki dari Pura Tirta Pingit menuju ke hulu. Perjalanan mencari pura tersebut bisa dibilang cukup ekstrem, sebab pamedek harus menyusuri hutan dan lembah bebatuan jalur erupsi. Sepanjang perjalanan, pamedek dimanjakan dengan suasana nan asri, alami, dengan udara yang sejuk.
Sebelum sampai ke Pura Payogan Kailash, di pertengahan jalan pamedek akan berjumpa dengan 3 jajaran palinggih. Yaitu 2 palinggih Pura Tamba Waras yang letaknya menjorok ke dinding gua dan satu palinggih Pura Tirta Palung. Di sebelah palinggih Pura Tirta Palung terdapat sebuah bulakan kecil yang sumber airnya berasal dari rembesan air hujan.
Piodalan (aci) di Pura Kailash diketahui jatuh pada rahinan Anggara Kasih Medangsia. Mengingat posisinya berada di dinding lembah Gunung Agung, tirta pura tersebut berasal dari rembesan air dari puncak Gunung Agung yang keluar pada saat tertentu. Lantaran belum ada ditemukan purana yang memuat sejarah pura tersebut, membuat sangat sedikit informasi yang bisa diperoleh. Hal itu juga membuat pelaksanaan pujawali di pura tersebut dilaksanakan secara swadaya dari punia pamedek. (BC5)













