balibercerita.com –
Deru motor menghiasi jalanan Legian, Badung, dengan nuansa berbeda. Sebanyak 32 pedagang keliling ambil bagian dalam Parade Merah Putih untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Motor-motor yang sehari-hari digunakan berjualan disulap menjadi kendaraan penuh ornamen merah putih dan dekorasi kreatif.
Parade yang diinisiasi anggota DPRD Badung, Wayan Puspa Negara tersebut mengambil start di depan kantor Lurah Legian. Dari sana, peserta bergerak melalui Jalan Prajanata kemudian menuju Jalan Dewi Sri dan berakhir di perempatan Jalan Melasti.
Tidak hanya menjadi pawai, kegiatan ini dikemas sebagai ajang kreativitas. Dari 32 peserta, panitia memberikan penghargaan kepada 10 pemenang. Lima kategori utama terdiri atas juara I, II, III, juara favorit, dan juara unik yang masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang tunai.
Sementara itu, lima peserta lainnya mendapat apresiasi sebagai pedagang kreatif dan inovatif dengan hadiah berupa goody bag. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para PKL dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
Kehadiran parade juga menarik perhatian masyarakat dan wisatawan di sepanjang jalur yang dilalui. Beragam bentuk dekorasi membuat suasana kawasan wisata Legian semakin hidup sekaligus menunjukkan bahwa para PKL dapat menjadi bagian dari kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Puspa Negara mengapresiasi antusiasme para PKL yang ikut berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada perayaan kemerdekaan, tetapi diharapkan dapat memperkuat peran PKL sebagai bagian dari ekosistem kawasan Legian.
Selain ikut menjaga suasana kawasan tetap hidup, para PKL juga diharapkan dapat berperan sebagai agen informasi di lingkungan sekitar. Mereka dimohonkan turut membantu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan kebersihan, kerusakan infrastruktur, maupun hal-hal yang berkaitan dengan keamanan.
“Kami mohon para PKL kita bisa menjadi agen kebersihan umum, kemudian memberikan informasi apabila ada kejadian, baik kerusakan infrastruktur maupun terkait keamanan. Jadi, mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga ikut menjaga kawasan,” ujar Puspa Negara.
Menurutnya, posisi PKL yang setiap hari beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat membuat mereka memiliki peran strategis dalam membantu menjaga lingkungan kawasan Legian. Semangat tersebut sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Parade Merah Putih PKL Legian bukan sekadar iring-iringan motor hias. Di balik kreativitas 32 peserta, terselip semangat untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong keterlibatan PKL dalam menjaga kawasan wisata. Dari jalanan Legian, merah putih hadir melalui kreativitas, kepedulian, dan semangat gotong royong masyarakat. (BC5)


















