Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Bahaya Konversi Lahan dan Pentingnya Menjaga Sungai di Bali

0
454
Sungai
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faizol saat memimpin aksi bersih-bersih di pasca banjir. (ist)

balibercerita.com –
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya penataan ruang berkelanjutan dan perlindungan sungai sebagai langkah strategis mencegah bencana di Bali. Hal ini disampaikannya saat memimpin aksi besar-besaran “Bersih Sampah Pasca Banjir” bersama Pemerintah Provinsi Bali, Minggu (14/9), di Pasar Kumbasari.

Menurut Hanif, konversi lahan yang tidak terkendali menjadi salah satu penyebab menurunnya daya dukung lingkungan. “Kita tidak boleh lagi membiarkan konversi lahan sembarangan untuk vila atau cottage yang merusak fungsi resapan air,” tegasnya.

Baca Juga:   ITDC Tunjuk Agus Setiawan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan The Mandalika

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem sungai. “Sungai adalah sumber air utama, sehingga harus kita jaga agar tidak merusak dan mengancam generasi mendatang,” kata Hanif. Pesan ini sebelumnya juga disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan banjir di kediaman Gubernur Bali.

Aksi bersih sampah pasca banjir tersebut melibatkan lebih dari 1.200 peserta dari pemerintah, komunitas, BUMN, hingga sektor swasta. Ribuan relawan turun ke lapangan membersihkan tumpukan sampah banjir dari saluran air hingga kawasan padat penduduk.

Baca Juga:   Pemkab Badung Siapkan Beasiswa Rp49,9 Miliar untuk Siswa SMA dan Mahasiswa S1

Menteri Hanif menyebut volume sampah akibat banjir diperkirakan mencapai ratusan ton. Untuk itu, penanganan darurat dilakukan dengan mengangkut seluruh sampah ke TPA Suwung dalam waktu maksimal satu bulan.

Selain aksi bersih, KLH/BPLH bersama PLN Indonesia Power juga menyalurkan 350 paket sembako kepada pedagang Pasar Badung/Kumbasari dan masyarakat terdampak. Kolaborasi ini menegaskan bahwa pemulihan lingkungan berjalan beriringan dengan pemulihan sosial-ekonomi.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa kerja sama multipihak harus terus dijaga. “Langkah-langkah penyelesaian sampah harus terus dimasifkan. Selanjutnya, kita semua di Provinsi Bali harus menjaga kembali kualitas alamnya, agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga:   Jangan Abaikan Bendera Pantai, Badung Lifeguard Tekankan Edukasi Keselamatan Pengunjung

Gerakan kolaboratif ini menjadi momentum penting untuk mengubah pola pembangunan Bali agar lebih ramah lingkungan. Dengan tata ruang yang berkelanjutan dan sungai yang terjaga, Bali diharapkan lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini