Denpasar, balibercerita.com –
Pandemi Covid-19 secara tidak langsung membuat tanaman aroid menjadi naik daun dan semakin digandrungi pecinta tanaman hias. Aroid yang merupakan jenis tanaman araceae (arum family) ini laris manis diburu oleh masyarakat Bali saat pandemi, seiring dengan masifnya pola berbelanja online akibat dampak pandemi.
Selain karena bentuk tanaman yang dirasa unik, warna daun juga menarik perhatian karena sedap dipandang mata. Seperti jenis tanaman monstera, aglaonema, alocasia, caladium, philodendron, anthurium dan lain sebagainya.
Salah satu usaha tanaman hias yang merasakan dampak tersebut adalah Mahes Garden. Berlokasi di Jalan Subita, Denpasar, usaha rumahan ini cukup populer di mata kolektor. Selain karena pelayanannya yang ramah, pemilik juga tidak pelit untuk berbagi pengalaman ataupun ilmu dalam merawat tanaman. Hal itu membuat usaha ini sudah punya pelanggan tetap, serta sering dikunjungi pecinta tanaman hias yang baru (pemula). Ada berbagai jenis tanaman aroid yang tersedia, mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
Mahes Garden dirintis sejak tahun 2016. Saat itu, sang pemilik memulai usaha tersebut dari berjualan kaktus atau sukulen. Semula ia hanya mencoba-coba menjadi reseller, dengan tujuan membantu temannya. Hal itu mendapatkan respons bagus dari pasar, karena ia berkreasi dalam pengemasan media tanam sukulen yang dijual. Setelah itu ia merambah ke tanaman pangan, karena adanya permintaan pasar. Melihat potensi minat masyarakat akan tanaman aroid yang mulai tumbuh, ia kemudian berkecimpung di tanaman aroid dan bertahan sampai saat ini.
Bisa dibilang Mahes Garden merupakan usaha rintisan yang minim budget. Sebab, modal dan pengembangan usaha itu berasal dari penjualan saat pemilik menjadi reseller. Hasil penjualan kemudian diputar dengan ketekunan dan kejelian melihat prospek pasar sehingga hal itu membuat usaha yang semula dirintis dengan menyulap teras rumah sebagai lokasi pajangan, kini telah bergeser ke area belakang rumah yang lebih luas.
Mahes Garden sebenarnya terlahir dari sebuah hobi dan kecintaan terhadap tanaman hias dan bercocok tanam. Karena sistem yang dipergunakan pemilik adalah sistem bertani, maka itu membuat harga tanaman yang dijual masih logis dan bersaing di pasaran. Biasanya pemilik mencari bibit indukan untuk dikembangbiakkan atau menggunakan metode barter tanaman indukan.
Sistem penjualan tanaman aroid dari Mahes Garden dilakukan melalui metode online, khususnya memanfaatkan media sosial, baik Facebook atau Instagram. Pada awal tahun 2021, permintaan tanaman aroid meningkat drastis dan masih bertahan hingga saat ini. Dalam sehari pemilik bisa melayani minimal 2 sampai 3 orang pembeli per hari dengan jenis tanaman bervariasi. Tanaman yang sering diburu penghobi adalah jenis king monstera, janda bolong, monstera deliciosa, maupun caladium (keladi hias). Pemilik juga melayani pembelian secara COD (cash on delivery) dengan pembelian tertentu.
Selain menyediakan tanaman hias aroid, Mahes Garden juga melayani kebutuhan aksesoris tanaman, seperti lumut, turus, media tanam, kompos, pasir malang, dan pupuk kambing. Saat ini, usaha tersebut sedang mencoba menjajaki pembuatan vertical garden dengan berbagai media. Hal tersebut masih bersifat trial dan terus dikembangkan. (BC5)

















