Liana Reverie: Dialog Antara Seni, Manusia, dan Alam di Nuanu Creative City

0
203
Nuanu
Pameran Liana Reverie, sebuah kolaborasi antara Labyrinth Art Gallery, LucyDream Art, dan Philo ArtSpace menampilkan karya 23 seniman di Nuanu Creative City. (ist)

balibercerita.com –
Nuanu Creative City kembali menghadirkan gebrakan seni lewat pameran kolektif bertajuk Liana Reverie: Vivid Colours yang digelar di Labyrinth Art Gallery, mulai 8 November 2025 hingga 20 Januari 2026. Pameran ini menghadirkan 23 seniman dari Bali, Jawa, hingga Kalimantan, yang bersama-sama menelusuri hubungan manusia dengan alam lewat karya penuh warna dan imajinasi.

Pameran ini merupakan kolaborasi antara Labyrinth Art Gallery, LucyDream Art, dan Philo ArtSpace, sebagai bagian dari komitmen Nuanu untuk memperkuat kolaborasi lintas dunia seni dan budaya di Bali. “Seniman-seniman yang mengeksplorasi harmoni antara manusia dan alam sangat dekat dengan nilai kami,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.

Ia percaya bahwa kreativitas dan kekayaan ekologi harus berjalan beriringan. Seni menjadi cara untuk menjaga budaya, menumbuhkan kesadaran, dan memperkuat semangat kolaborasi. Hal inilah yang merupakan inti dari Nuanu.

Baca Juga:   Serangkaian Pujawali Pura Petitenget, Hingga 10 Januari Krama Kerobokan Tidak Diperkenankan Menggelar Upacara Atiwa-tiwa

Sebanyak 23 seniman turut ambil bagian dalam pameran ini, di antaranya A.M. Dante, Aly Waffa, Andi Sules, Anthok S, Aris Suantara, Ayu Murniati, Egy Alfandy, Ermy Herfika, Holy, I Ketut Putrayasa, I Nyoman Sujana Kenyem, Irena Adre Isabella, Keke Kendisan, Made Gunawan, Moelyoto, Ni Komang Atmi Kristiadewi, Ni Wayan Sutariyani, Putu Adi Suweca, Rangga Pamungkas, Reza Olitalia, Rezzo Masduki, Tatang B.Sp, dan Tommy F. Awuy.

Judul Liana Reverie sendiri terinspirasi dari tumbuhan merambat yang hidup di hutan tropis, yang dalam konteks pameran ini menjadi simbol keterhubungan dalam ekosistem. Melalui metafora tersebut, para seniman mengajak pengunjung untuk melihat kembali hubungan antara manusia dan alam, tentang bagaimana keduanya saling menopang, tumbuh, dan beradaptasi.

Baca Juga:   Pura Sumur Kembar: Antara Stigma Pesugihan dan Kesucian Malukat

“Kami bangga mempersembahkan karya para seniman dalam pameran ini, berkolaborasi dengan Jati Nusa Lestari yang selama ini aktif dalam pemberdayaan komunitas dan pelestarian alam. Kami percaya kreativitas bisa menjadi bahan bakar bagi kepedulian dan hubungan yang lebih dalam dengan Bumi,” kata Amalia Ahmad, Founder Philo ArtSpace.

Alexa Genoyer, Founder LucyDream Art menambahkan, seni baginya merupakan ekspresi dari emosi, cahaya, dan koneksi. Melalui pameran ini, ia ingin mendukung para seniman yang mengajak kita melihat kembali keseimbangan dan ritme alam yang selalu berubah.

Liana Reverie: Vivid Colours bukan hanya pameran seni rupa, tetapi juga ruang untuk merenung dan memperlambat langkah. Ia mengingatkan kita bahwa di tengah kehidupan modern yang serba cepat, hubungan manusia dengan alam sering terlupakan. Lewat warna-warna hidup dan material organik, karya-karya ini menghadirkan dialog antara imajinasi dan alam, menyegarkan ruang dan pikiran.

Baca Juga:   Rencana Pembangunan Menara Lampu Tahun Baru di GWK Masih Dimatangkan

Bagi Nuanu, setiap pameran seni adalah cara untuk mempertemukan manusia dengan alam melalui kreativitas. Dalam pameran kali ini, Nuanu ingin mengajak semua orang untuk mendengarkan cara alam berbicara dan menjawabnya lewat seni.

Dengan semangat itu, Liana Reverie: Vivid Colours hadir bukan sekadar perayaan karya seni, tetapi juga ajakan untuk kembali terhubung dengan alam dan menemukan keseimbangan di tengah perubahan dunia. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini