Denpasar, balibercerita.com –
Setelah merilis dua single yang menyentuh sisi personal dan sosial, musisi solo asal Bali yang dikenal sebagai SIRA bersiap memperkenalkan dirinya lebih jauh lewat mini album (EP) bertajuk “SIRA”. Proyek solo dari I Kadek Adi Putra, yang akrab disapa Tanksi oleh teman-temannya ini mengusung genre pop-alternatif yang kental dengan nuansa emosional dan reflektif.
Nama SIRA, yang berarti siapa dalam bahasa Bali, sekaligus menjadi bentuk pencarian dan perkenalan diri. Menariknya, nama ini juga diambil dari suku kata terakhir nama lengkapnya, Tanksi Putra, sehingga mengandung makna ganda yakni sebagai identitas dan sebagai pertanyaan eksistensial.
Perjalanan musikal SIRA dimulai pada tahun 2022 lewat debut single “Putih”, sebuah lagu yang menyuarakan perjuangan kaum minoritas untuk mendapatkan ruang berekspresi dan didengar. Disusul pada 2023 dengan single “Meraih Rindu” yang terinspirasi dari pengalaman mimpi tentang perpisahan yang tak sempat diungkapkan dengan kata-kata, menyisakan hanya kerinduan yang tak tersampaikan.
Kini, melalui single ketiga “Jembatan Jiwa”, SIRA membuka jalan menuju EP perdananya. EP ini akan memuat total 6 lagu, termasuk dua single yang telah dirilis dan empat materi baru yang belum pernah diperdengarkan sebelumnya.
Melalui EP “SIRA”, sang musisi ingin menjawab pertanyaan yang menjadi inti dari nama proyeknya, SIRA itu siapa? Jawabannya ada di lagu-lagu yang mengisi EP ini. “Lewat EP ini, aku ingin memperkenalkan siapa aku sebenarnya. Tidak hanya secara musikal, tapi juga secara pribadi,” ujar SIRA dalam pernyataannya.
Mini album “SIRA” akan segera tersedia di seluruh platform digital. Jadi, bagi siapa pun yang penasaran dengan sosok di balik nama SIRA, saatnya menyelami jembatan jiwa yang ditawarkan melalui karya-karyanya. (BC5)

















