Mangupura, balibercerita.com –
Siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Badung terus menunjukkan potensi luar biasa dalam bidang kewirausahaan. Melalui pelatihan keterampilan berbasis teknologi digital, para siswa dari jenjang SMPLB hingga SMALB berhasil menciptakan berbagai produk kreatif, seperti cangkir karakter yang kini mulai merambah pasar industri pariwisata, termasuk hotel-hotel berbintang di kawasan Kuta Selatan.
Guru keterampilan TIK sekaligus Wali Kelas IX SMPLB, I Gusti Bagus Ariana Suteja menyampaikan bahwa kegiatan ini tak hanya fokus pada hasil produk, melainkan pada proses pembentukan mental mandiri siswa. “Kami ingin anak-anak ini tidak hanya mampu membuat sesuatu, tapi juga berani menjual dan memahami nilai dari kerja keras mereka,” terangnya.
Salah satu produk unggulan adalah mug karakter custom yang seluruh desainnya dikerjakan sendiri oleh siswa menggunakan aplikasi Canva. Proses produksinya melibatkan teknik sublimasi panas, menciptakan produk yang tak kalah saing di pasaran. Menariknya, hotel-hotel ternama seperti Ritz-Carlton, Westin, hingga Renaissance telah memesan produk ini dalam jumlah besar.
“Untuk satu mug butuh sekitar dua setengah menit proses pemindahan gambar ke cangkir. Tapi bagian desain yang biasanya cukup memakan waktu, apalagi kalau permintaan pelanggan spesifik,” tambah Suteja.
Kegiatan kewirausahaan ini juga diperluas ke produk lain seperti pin, gantungan kunci, dan kaos sablon digital. Harga jual yang terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp35.000 per item, membuat produk siswa mudah diterima pasar. Sebagian hasil penjualan diberikan kepada siswa sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Kepala SLBN 1 Badung, Ni Nyoman Suwastarini menyebut bahwa pihak sekolah aktif menggandeng berbagai pihak untuk mendukung pemasaran produk siswa. Kini, ia memiliki satu outlet khusus untuk menampilkan dan menjual karya siswa di Hotel Westin, Nusa Dua. Hotel-hotel lain seperti Ritz-Carlton, Fairfield, Renaissance Bali, dan Waterbom Bali juga turut mendukung pemasaran produk siswa dengan memberikan ruang promosi maupun melakukan pemesanan langsung.
“Kami berusaha memasarkan produk mereka melalui berbagai kegiatan seperti di hotel, memajang hasil karya di Instagram, lalu ikut pameran yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ucapnya. (BC5)



















