
Mangupura, balibercerita.com –
Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa yang mewakili Bupati Badung, menghadiri Karya Melaspas, Ngelinggihang di Pura Puseh Bongan dan Pura Ibu/Panti Arya Kenceng Tegeh Kori Agung, di Banjar Petapan Cemagi, Kecamatan Mengwi, Rabu (6/12). Upacara ini digelar setelah rampungnya bangunan fisik pura. Dana pembangunan dibantu BKK Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2023 sebesar Rp2.747.287.000.
Dalam sambrama wacananya, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Banjar Petapan dalam melaksanakan upacara Melaspas dan Ngelinggihang di Pura Puseh Bongan dan Pura Ibu/Panti Arya Kenceng Tegeh Kori Agung.
”Saya berharap upacara ini bisa berjalan lancar karena ini adalah satu wujud ungkapan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui kegiatan karya ini juga semoga kita selalu dianugerahi kesehatan dan kerahayuan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Saya minta juga untuk selalu menjaga persatuan dan keamanan karena Desa Cemagi sudah masuk daerah pariwisata. Maka dari itu, keamanan menjadi mutlak diperlukan untuk membuat tamu yang datang merasa nyaman dan betah datang ke Kabupaten Badung,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya selalu berkomitmen untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam kegiatan adat, agama, seni, dan budaya. Untuk itu, pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat.
Ia berharap, dengan kegiatan upacara ini juga salah satunya untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun internasional datang ke Bali khususnya ke Kabupaten Badung. “Karena bagaimanapun juga PAD di Kabupaten Badung salah satunya bersumber dari sektor pariwisata,” imbuhnya.
Manggala Karya Gusti Putu Senti, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekda Badung bersama undangan lainnya. “Untuk karya biayanya berasal dari swadaya krama setempat. Adapun bangunan yang kami perbaiki diantaranya kori agung, panyengker, bale gendongan, apit surang di jaba sisi, dan apit surang alit di sisi kaja kangin dan untuk bangunan di luar itu ada yang kami perbaiki dananya dari swadaya dan kas pura setempat yang kami pergunakan, dan upacara di pura ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dan pembiayaannya secara swadaya masyarakat pangempon,” jelasnya. (BC13)














