Kakao Bali Siap Rambah Lebih Luas Pasar Dunia

0
264
Kakao
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto dan anggota, melakukan peninjauan produk kakao blok 73 persen yang akan diekspor ke Australia. (ist)

Tabanan, balibercerita.com –
Produk kakao asal Bali kembali menunjukkan taringnya di pasar global. Salah satu produk unggulannya, kakao blok 73 persen, siap diekspor ke Australia setelah dinyatakan memenuhi standar phytosanitari.

Dukungan penuh datang dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) serta Komisi IV DPR RI yang mendorong komoditas unggulan ini menembus lebih banyak pasar dunia. Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, melakukan kunjungan langsung ke Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Jumat (18/7), guna memastikan kualitas produk kakao Bali yang akan dikirim ke Negeri Kangguru.

Baca Juga:   Mobil Pasutri Hanyut Terseret Banjir di Kerobokan: Suami Selamat, Istri Meninggal

Sahat menjelaskan, pihaknya memastikan seluruh aspek teknis ekspor seperti ketertelusuran produk, jaminan mutu, dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) telah dipenuhi. “Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga daya saing komoditas ekspor Indonesia, khususnya dari Bali,” tegasnya.

Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono menyebutkan bahwa kakao Bali memiliki karakteristik unik yaitu aroma khas, rasa kuat, dan tekstur yang stabil. Sepanjang 2024, ekspor kakao dari Bali mencapai 372,3 ton dengan nilai diperkirakan mencapai Rp1,6 miliar. Produk dikirim dalam bentuk biji, bubuk, hingga blok kakao, ke negara-negara seperti Jepang, Irlandia, Australia, Jerman, Belanda, hingga Arab Saudi.

Baca Juga:   Ny. Rasniathi Adi Arnawa Terima Kunjungan TP PKK Minahasa Tenggara

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan petani serta UMKM. “Kita harus terus memperkuat edukasi dan pendampingan agar petani dan pelaku usaha kecil di Bali bisa menyesuaikan diri dengan standar internasional dan berorientasi ekspor,” ujarnya.

Baca Juga:   Hujan Deras Picu Air Bah, Remaja 14 Tahun Hanyut di Sungai Abiansemal

Program Go Ekspor yang dijalankan Barantin juga terus didorong agar komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan dari Bali bisa memenuhi standar registrasi internasional seperti General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) dan negara-negara lainnya.

Dengan dukungan ini, kakao Bali tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi pemain penting di pasar global. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini