Beranda Pendidikan Jimbafest Rangkul Impian Anak-anak tentang Jimbaran yang Diabadikan dalam Sebuah Buku

Jimbafest Rangkul Impian Anak-anak tentang Jimbaran yang Diabadikan dalam Sebuah Buku

0
Jimbaran
Para siswa saat mengikuti lomba mengarang. (BC5)

balibercerita.com –
Bagaimana wajah Jimbaran di masa depan menurut anak-anak yang tumbuh di dalamnya? Jawabannya dituangkan dalam tulisan, imajinasi, dan harapan ratusan siswa sekolah dasar (SD) yang mengikuti lomba mengarang “Impianku untuk Desa Jimbaran yang Terbaik” di Jimbaran Hub pada Kamis (29/10).

Bukan sekadar berkompetisi, anak-anak kelas IV hingga VI ini mendapat kesempatan menyuarakan gagasan tentang desa impian mereka. Mulai dari lingkungan yang lestari hingga harapan terhadap masa depan Jimbaran, ide-ide mereka menjadi pengingat bahwa pembangunan desa juga perlu mendengar suara generasi penerusnya.

Menariknya, karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai hasil perlombaan. Gagasan terbaik akan dikurasi oleh dewan juri untuk dihimpun menjadi sebuah buku yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Jimbaran.

Pembina Yayasan Jimbaran Hijau, Putu Agung Prianta mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membuka ruang kreativitas anak sekaligus mencari talenta muda dalam dunia kepenulisan. Melalui kegiatan ini, anak-anak didorong mengembangkan kemampuan mengarang dan menyampaikan gagasan secara orisinal.

Baca Juga:   Tahapan Pemilihan Rektor Undiksha 2027–2031 Ditunda

Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali, Agung menilai menjaga keotentikan Jimbaran menjadi pekerjaan bersama. Kemajuan kawasan harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan nilai-nilai budaya Bali. “Kami ingin Jimbaran tetap harum, keren, dan otentik tanpa meninggalkan nilai budaya Bali, tetapi tetap mengikuti perkembangan zaman. Merawat Jimbaran merupakan kewajiban bersama,” ujarnya.

Selama 13 tahun, Jimbaran Hijau konsisten mendorong kepedulian lingkungan dan pendidikan karakter hijau sejak usia dini. Melalui Jimbafest Presents: Pekan CERIA, upaya tersebut diperluas dengan mengajak sekolah, keluarga, desa adat, pemerintah, komunitas, dan lembaga nirlaba berkolaborasi membangun Jimbaran yang berkelanjutan.

Baca Juga:   Dosen Akuntansi UNHI Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor Unair

Bendesa Adat Jimbaran, Putu Subamia mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, lomba mengarang menjadi ruang bagi anak-anak untuk menuangkan ide, kreativitas, dan imajinasi melalui karya tulis, puisi, maupun bentuk tulisan lainnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan bibit penulis muda dari Jimbaran. Terlebih, di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), kemampuan menghasilkan pemikiran dan gagasan orisinal menjadi bekal penting bagi generasi muda. “Generasi muda, khususnya anak-anak, patut diberikan ruang. Dengan pikiran yang masih murni, mereka bisa memunculkan gagasan menarik tentang impian bagi Desa Jimbaran,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Korwil Disdikpora Kuta Selatan, Wayan Dio Sepliawan. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong kemitraan dalam pendidikan. Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan mengekspresikan ide dan kreativitas melalui pengalaman langsung.

Baca Juga:   Dinilai Perkuat Kualitas SDM, Program Beasiswa Nak Badung Diapresiasi Komisi IV

Kegiatan yang melibatkan siswa SD Negeri 1 hingga SD Negeri 12 Jimbaran serta sejumlah sekolah swasta ini menjadi bagian dari Pekan CERIA yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026. Selain lomba mengarang, agenda tersebut menghadirkan talkshow tentang iklim, konservasi dan restorasi, workshop, permainan, pasar lokal, serta pameran lembaga nirlaba.

Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah awal menuju Jimbafest 2027. Harapannya, anak-anak Jimbaran tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang kreatif dan berkarakter, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga lingkungan, merawat budaya, dan ikut menentukan arah masa depan desanya. (BC5)