Mangupura, balibercerita.com –
Kebiasaan iba dengan memberikan uang kepada gepeng (gelandangan dan pengemis) di jalan secara tidak langsung membentuk kebiasaan malas individu terkait. Diduga dari hasil meminta-minta, seorang ABG asal Bali Timur menggunakan Iphone X yang tergolong handphone mewah. Hal itu terungkap saat pendataan sidak gepeng yang dilaksanakan Satpol PP Badung BKO Kuta belum lama ini.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP BKO Kuta Wayan Suantara menerangkan, salah seorang gepeng yang terjaring penertiban wilayah di Kuta memang membawa sebuah Iphone. Dari informasi yang digali, handphone itu ia dapat dari hasil mengemis yang dilakukan selama ini.
“Saat kita kita tanyakan hp itu didapat dari mana, yang bersangkutan tidak mau menjawab. Tapi, ia tidak memungkiri bahwa ponsel yang ia bawa merupakan hasil mengemis,” ucapnya.
Remaja itu diketahui merupakan wajah lama yang beberapa kali sempat terjaring penertiban. Ia kembali diamankan dari Jalan Legian karena meminta-minta sekaligus mengamen. Pemuda itu merupakan salah satu gepeng yang diamankan petugas di wilayah Kecamatan Kuta, dengan total 27 gepeng, 1 pedagang asongan, dan 1 pengamen.
Khusus untuk 27 gepeng yang diamankan, semuanya yang terjaring berasal dari wilayah Kabupaten Karangasem yaitu dari Pedahan, Munti, dan Tianyar. Satu orang pengamen berasal dari Jember dan satu pedagang asongan dari Lombok. Mereka terjaring di beberapa titik yang sering menjadi tempat mangkal gepeng, seperti di Simpang Mertanadi, Simpang Jalan Imam bonjol, Simpang Nakula, Jalan Dewi Sri, Jalan Legian, dan Jalan Kartika Plaza.
Kendati merupakan wajah lama dan telah dipulangkan ke daerah asal, namun mereka disinyalir kembali datang karena mudah mendapatkan uang dengan menggepeng. Mayoritas dari temuan itu merupakan anak-anak yaitu 21 orang.
Temuan itu menjadi temuan gepeng terbanyak berusia dibawah umur yang diamankan tahun 2024. Hal itu diduga dijadikan motif agar lebih banyak orang yang iba, sehingga lebih banyak mendapatkan penghasilan.
Seluruh gepeng dan pedagang asongan yang tertangkap itu kemudian diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Badung. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terbiasa memberikan uang kepada gepeng dengan dasar iba, sebab hal itu sama saja membudayakan dan membiasakan mereka menggepeng.
Pihaknya mengaku akan terus melakukan giat operasi secara rutin sebagai bagian dari persiapan menyambut Bali International Airshow 2024 yang berlangsung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 18-21 September 2024 mendatang. (BC5)

















