balibercerita.com –
Menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan memusatkan perhatian pada pengamanan wilayah serta kelancaran aktivitas publik. Berbagai langkah disiapkan untuk memastikan perayaan akhir tahun berjalan aman, tertib, dan tetap nyaman bagi wisatawan.
Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta menegaskan bahwa momentum Nataru selalu identik dengan meningkatnya mobilitas, baik di kawasan wisata, pusat kegiatan keagamaan, maupun jalur-jalur utama. Kondisi tersebut menuntut kesiapan lintas sektor agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.
“Setiap akhir tahun aktivitas meningkat signifikan. Karena itu, pengamanan wilayah harus benar-benar siap agar perayaan Nataru tidak menimbulkan masalah, baik bagi masyarakat maupun pariwisata,” ujarnya, Rabu (17/12).
Selain pengamanan rutin, pemerintah kecamatan juga menyiapkan langkah antisipatif menghadapi faktor cuaca yang masih didominasi musim hujan hingga Februari 2026. Risiko banjir dan gangguan lingkungan dinilai dapat berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Untuk itu, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali ditekankan melalui semangat gotong royong. Mitigasi bencana dilakukan secara berkelanjutan di seluruh desa dan kelurahan, termasuk pengaktifan posko siaga bencana yang akan tetap beroperasi selama masa libur Nataru.
“Walaupun suasana liburan, kesiapsiagaan tetap kami jaga. Posko siaga disiapkan agar penanganan bisa cepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Arta.
Dalam rangka memantapkan pengamanan, Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan, Senin (14/12), dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Puskesmas Kuta Selatan, Apjatel, KUB, Polsek Kuta Selatan, serta Koramil. Salah satu hasilnya adalah pendirian Posko Nataru oleh Polsek Kuta Selatan di simpang KFC, yang akan beroperasi mulai 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Pengaturan lalu lintas juga menjadi perhatian utama, mengingat sejumlah agenda besar akan digelar selama periode akhir tahun. Di antaranya Pandawa Festival yang dijadwalkan mulai 25 Desember serta berbagai kegiatan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Desa Ungasan.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, koordinasi dilakukan agar badan jalan tidak digunakan sebagai lokasi parkir liar. Selain itu, penertiban baliho yang berpotensi roboh serta pengecekan saluran irigasi juga dilakukan guna mencegah gangguan akibat cuaca ekstrem dan angin barat.
Dalam rapat koordinasi, perwakilan masyarakat turut menyampaikan perhatian terhadap potensi gangguan ketertiban, seperti aksi trek-trekan remaja dan penggunaan kembang api berlebihan. Pemerintah kecamatan sepakat melakukan pengendalian, dengan membatasi penggunaan kembang api agar tetap terkendali dan bersifat mendukung pariwisata.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyalaan kembang api kami harapkan bisa diminimalkan. Selain faktor keamanan, empati terhadap kondisi bencana di daerah lain juga perlu dijaga,” ujarnya.
Masukan masyarakat terkait kebersihan, utilitas, serta sarana dan prasarana turut menjadi bahan perhatian dalam pengamanan Nataru. Apjatel juga memastikan kesiapan jaringan utilitas agar aktivitas publik dan perayaan keagamaan dapat berlangsung tanpa kendala.
Arta berharap seluruh rangkaian ibadah Natal dapat berjalan khidmat dan pergantian tahun berlangsung aman, dengan aktivitas pariwisata yang tetap lancar. “Harapan kami, Nataru berjalan tertib dan aman. Perayaannya cukup sederhana, namun tetap memberi kesan baik bagi masyarakat dan wisatawan,” pungkasnya. (BC5)
















