Denpasar, balibercerita.com –
Film animasi Memory of The World (MoW) “Panji Semirang” ditayangkan perdana di gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Selasa (30/11). Buah karya 10 siswa SMK TI Bali Global Denpasar ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Nusantara yang telah diakui dunia sebagai Warisan Tak Benda Indonesia.
Film ini menceritakan pengorbanan dan cinta kasih. Tokoh utamanya, Raden Panji Inu Kertapati, seorang pangeran dari kerajaan Jenggala, dan Dewi Sekartaji (Galuh Candra Kirana), putri dari Kerajaan Kediri (Baha). Di Bali, kisah Panji Semirang menjadi inspirasi lahirnya berbagai bentuk kesenian, di antaranya Gambuh Arja dan Legong Keraton. Meski telah diabadikan lewat berbagai kesenian, namun perlu ada upaya mengemasnya secara kekinian agar generasi muda makin tertarik menyimak kisah tersebut. Film animasi Panji Semirang adalah satu upaya untuk itu.
Cerita Panji Semirang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Ingatan Dunia atau Memory of the World. Hal ini tercantum dalam situs resmi MoW UNESCO tertanggal 31 Oktober 2017. UNESCO mendeskripsikan cerita Panji sebagai dongeng dari abad ke-13 mengenai petualangan Pangeran Panji, seorang pahlawan Jawa yang mencari sang kekasih Putri Candra Kirana dengan menyamar memakai berbagai nama berbeda sebelum akhirnya mereka berkumpul kembali.
Film animasi MoW “Panji Semirang” sendiri adalah pengakuan generasi muda terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam wiracarita Panji. Nilai-nilai tersebut mutlak diperjuangkan dalam kehidupan dewasa ini, antara lain, keberanian, kesetiakawanan, kreativitas, kecerdasan, spiritualitas dan cinta kasih terhadap Tuhan serta semua ciptaan-Nya.
Penayangan perdana Panji Semirang merupakan rangkaian perayaan HUT ke-15 SMK TI Bali Global Denpasar yang jatuh pada 10 November 2021 lalu. Acara ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI, Promotor Budaya Panji, dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar yang menaungi SMK TI Bali Global Denpasar. Setelah itu, Gubernur Koster menyerahkan MoW “Panji Semirang” kepada Promotor Budaya Panji, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI, dan perwakilan UNESCO di Indonesia. (BC18)

















