Banjir di Legian Bukan Karena Tukad Mati Meluap

0
247
Penyedotan air hujan yang menggenang di wilayah Legian untuk dialirkan ke Tukad Mati. (BC5)
Penyedotan air hujan yang menggenang di wilayah Legian untuk dialirkan ke Tukad Mati. (BC5)

Mangupura, balibercerita.com –

Banjir yang melanda wilayah Legian pada Senin (6/12) lalu, ternyata tidak dipicu air Tukad Mati yang meluap. Pasalnya, dari pengecekan yang dilakukan petugas Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, kondisi tanggul sungai masih tergolong aman (tidak ada air yang meluap). Batas tanggul rata-rata masih tersisa sekitar 30 cm. Hal itu disampaikan oleh Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Made Denny Setya Wijaya.

Menurut Denny, faktor penyebab banjir yang terjadi di ruas wilayah Legian dipicu tersendatnya air hujan yang dialirkan drainase ke Tukad Mati. Salah satu pemicunya adalah intensitas hujan yang cukup deras dan berlangsung cukup lama. Hal itu diperparah dengan adanya pasang air laut, sehingga aliran air sunhai menjadi mengantre untuk dialirkan ke Teluk Benoa. “Jadi secara otomatis itu membuat air sungai mengalami tersendat dialirkan ke Teluk Benoa,” ujarnya.

Baca Juga:   Ivendo Bali Gandeng Poltekpar Perkuat SDM Event, Yoga Pradana Nakhodai Kepengurusan Baru

Diakuinya, tingginya curah hujan memang membuat level ketinggian air di Tukad Mati meningkat. Jika dibandingkan denga kondisi normal, saat itu kondisi air meningkat 70 persen. Kendati demikian, faktor sedimentasi diakuinya bisa menjadi salah satu yang berpengaruh atas kejadian tersebut. Namun melihat kondisi yang ada, sejauh ini kapasitas daya tampung Tukad amati diniai masih terbilang terpenuhi.

Selama ini pembersihan upaya pembersihan sedimentasi dilakukan pihaknya secara bertahap. Hal itu dibagi berdasarkan ruas-ruas pengerjaan yang difokuskan, tentunya juga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung. Sedangkan untuk kinerja pompa, semuanya telah dilakukan pengecekan dan semuanya berfungsi dengan baik. Baik itu yang di Kedampang, di hulu, termasuk pompa Badung.

Berdasarkan data BBMKG Wilayah III Denpasar pada tanggal 5 Desember 2021 hingga dini hari tanggal 6 Desember 2021, saat itu sebagian wilayah Bali memang diguyur hujan dengan kategori sangat lebat hingga ekstrem. Bahkan curah hujan di wilayah Bali bagian selatan rata-rata tergolong ekstrem, karena berada diatas 150 mm/hari. Dari data pos hujan di seluruh wilayah Bali, terdapat 28 titik pos dengan curah hujan di atas 100 mm/hari. Curah hujan yang tercatat di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencapai 177,4 mm/hari, Stasiun Geofisika Sanglah mencapai 187,5 mm/hari, Pos Balai III mencapai 188,2 mm/hari dan Pos Celuk Sukawati mencapai 226 mm/hari

Baca Juga:   Jalan Kartika Plaza Kuta Rawan Banjir

Kepala BBMKG Wilayah III, Agus Wahyu Raharjo mengatakan, hujan ekstrem di wilayah Bali disebabkan oleh faktor meteorologis. Pertama, karena sebagian besar wilayah Bali memasuki musim hujan. Kedua, Indeks ENSO di NINO 3.4 yang berada -0.52. Hal itu secara signifikan meningkatkan potensi hujan di Indonesia. Ketiga, terdapat pola konvergensi angin di wilayah Bali dan sekitarnya, yang menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Bali. Keempat, massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 m). Kelima, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 29-30 derajat Celcius. Suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air) di wilayah Bali. Keenam, aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator di wilayah Jawa-Bali yang mampu meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah tersebut.

Baca Juga:   Awal Musim Hujan 2025–2026 di Bali Dimulai September, Puncak pada Januari–Februari 2026

“Dari informasi sementara, dampak yang ditimbulkan di antaranya, banjir di sebagian besar wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Karangasem. Longsor di wilayah Rendang dan Selat, Karangasem dan Denpasar Utara. Pohon tumbang di Denpasar, Gianyar, Karangasem, Buleleng,” jelasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini