Dua Jenazah yang Ditemukan di Hari Ketujuh Berhasil Diidentifikasi

0
250
KMP Tunu Pratama Jaya
Pemulangan jenazah yang telah berhasil diidentifikasi. (ist)

Negara, balibercerita.com –
Dua jenazah korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang dievakuasi pada Selasa (8/7), atau hari ketujuh, oleh nelayan di perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan, akhirnya berhasil diidentifikasi.

Jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 01.24 WIB, pada posisi sejauh 18,58 mil laut dari lokasi kejadian (LKP). Korban diketahui bernama Muh. Aris Setiawan (23), asal Ponorogo, yang tinggal di Lingkungan Babadan RT 4 RW 8, Blitar.

Sementara itu, jenazah kedua ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB, di lokasi berjarak 20,21 mil laut dari LKP. Identitas korban adalah Rido Anggoro, kelahiran Banyuwangi, 25 Desember 1996. Ia berdomisili di Dusun Bodean, RT 2 RW 1, Kelurahan Kabat, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Baca Juga:   Puluhan Tahun Tak Pernah Terjadi, Sampah Kiriman Terparah Kepung Pantai Jerman

Dengan penemuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia hingga hari ketujuh yang berhasil diidentifikasi mencapai 10 orang. Sementara itu, 30 penumpang lainnya dinyatakan selamat. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang telah memasuki hari ketujuh terus dilakukan oleh tim gabungan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, Polairud Polres Jembrana, TNI AL dan AD, Bakamla, Brimob, PMI, relawan WBC, Banser, Bhuana Bali Rescue, Potensi SAR 115, dan Pramuka Peduli Kwarcab Jembrana masih terus menyisir wilayah laut dan darat di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga:   Erick Thohir Tegaskan Tak Ada Pemain Titipan

Dari Posko Gabungan ASDP Gilimanuk, sejumlah armada laut dikerahkan dalam operasi ini, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Buleleng dan RIB 01 Gilimanuk yang masing-masing menjalankan satu sorti pencarian, Tactical Boat Polairud Polda Bali dengan dua sorti, serta Kapal Tanjung Rening milik Polair Polres Jembrana dengan satu sorti.

Pencarian difokuskan ke arah selatan dari lokasi tenggelamnya kapal, dengan cakupan area pencarian laut (SRU Laut) mencapai 182 mil laut persegi (Nm²), dan area pencarian udara (SRU Udara) seluas 255 Nm², dengan jarak terbang sejauh 135 mil laut (NM). Di sisi darat, penyisiran dilakukan di sepanjang Pantai Pebuahan ke arah barat hingga Pantai Cupel.

Baca Juga:   Libur Panjang Dongkrak Trafik Bandara Ngurah Rai ke Rekor Tertinggi 2025

Sekitar pukul 10.10 WITA, tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari KMP Tunu Pratama Jaya. Barang-barang tersebut antara lain obat-obatan, smoke signal, dan lifecraft.

Operasi SAR masih akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Pihak keluarga korban dan masyarakat diminta terus memantau perkembangan melalui saluran informasi resmi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini