
balibercerita.com –
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Aparatur Sipil Negara yang terdiri dari 1.475 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahap II formasi tahun 2024 dan 2 Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ditempatkan di lingkungan Pemkab Badung. Acara pelantikan berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Senin (29/9).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Satya Pratama, Sekda Badung, IB Surya Suamba, para pimpinan OPD, organisasi wanita, hingga para rohaniawan.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa ASN yang baru dilantik harus menanamkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pada pelayanan, menjunjung akuntabilitas, meningkatkan kompetensi, menjaga keharmonisan, menunjukkan loyalitas, mampu beradaptasi, serta mengutamakan kolaborasi. Ia menekankan bahwa profesionalitas dan kompetensi merupakan kunci agar ASN dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga sejalan dengan harapan masyarakat internasional di Kabupaten Badung.
Adi Arnawa juga menekankan pentingnya integritas dan disiplin sebagai pondasi utama aparatur sipil negara. Menurutnya, pelayanan publik selalu penuh tantangan dan godaan, sehingga ASN harus dipersiapkan sejak awal agar mampu menjalankan tugas dengan baik.
Ia menambahkan, Pemkab Badung memiliki target besar pada tahun 2026, yakni seluruh tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik akan berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, para ASN yang baru dilantik dituntut untuk cepat beradaptasi dengan sistem digital agar pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan.
Sebelum prosesi pelantikan, PPPK dan PNS beragama Hindu terlebih dahulu mengikuti upacara majaya-jaya di Pura Lingga Bhuwana. Upacara ini di-puput oleh Ida Pedanda Gde Mandhara Putra Kekeran dari Griya Putra Mandhara Pemaron, Desa Selat, Abiansemal. Ritual ini sebagai bentuk penyucian diri sebelum mengemban amanah baru sebagai abdi negara. (BC13)
















