Alasan Perubahan Nama Nusa Dua Fiesta Jadi Nusa Dua Festival 2025

0
289
Nusa Dua Festival
Troy Resa Warokka. (ist)

balibercerita.com –
Setelah lima tahun vakum, kawasan The Nusa Dua kembali menggeliatkan konten hiburan yang selama ini menjadi ikon Nusa Dua. Namun, acara yang dulunya dikenal sebagai Nusa Dua Fiesta kini tampil dengan nama baru yaitu Nusa Dua Festival.

Dengan wajah baru dan konsep lebih inklusif, Nusa Dua Festival 2025 diharapkan menjadi ruang bersama, tempat seniman berekspresi, UMKM berkembang, tenant berkolaborasi, dan publik menikmati suasana guyub penuh hiburan di jantung pariwisata Bali.

Direktur Operasi ITDC, Troy Resa Warokka mengatakan, perubahan nama ini dipilih agar festival hadir dengan nuansa yang lebih prestisius, hangat, dan seru. “Setelah sempat berhenti beberapa tahun, tentu harus ada sesuatu yang berbeda. Nama baru ini diharapkan bisa menimbulkan rasa penasaran, khususnya bagi mereka yang belum pernah datang sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga:   Mau Nyepi Lebih Bermakna, Coba Retret Eksklusif “Portal of Silence” di Noema Pererenan

Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan. Tenant-tenant hotel di kawasan The Nusa Dua dilibatkan untuk ikut serta, bahkan rencana diskon khusus bagi pengunjung yang ingin menginap tengah dipertimbangkan. “Karena baru bangkit lagi, perlu effort untuk menyosialisasikan ke publik. Harapannya, festival ini juga berdampak positif bagi okupansi hotel,” tambah Troy.

Baca Juga:   Cari Tempat Makan Enak di Abiansemal? Sunfield Bali Restaurant Punya Bebek Ketumbar Andalan

UMKM lokal juga akan mendapat ruang khusus untuk tampil. Melalui proses kurasi, produk-produk terbaik akan dipamerkan agar semakin dikenal pengunjung. “Apapun acaranya, UMKM harus terlibat. Event ini menjadi salah satu media agar mereka bisa menunjukkan karya dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ITDC juga tengah meramu formula untuk mengangkat kuliner lokal agar bisa naik kelas. Dengan tampil di festival, diharapkan masakan khas Bali dan nusantara mendapat exposure lebih luas.

Baca Juga:   Terpikat Pesona Wisata Lembah Tanah Wuk

Tak hanya soal kuliner dan UMKM, seni mural juga akan menjadi daya tarik. Seniman muda diberi kesempatan untuk berkreasi di kawasan ITDC. Bahkan, Troy membuka peluang agar karya-karya mural itu bisa dibawa ke kawasan ITDC lain seperti Mandalika dan Golomori. “Heliport kami punya karakter unik, ada yang berada di sirkuit hingga pantai. Itu bisa jadi media ekspresi yang menarik bagi para seniman,” katanya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini